Dibuka Mulai Besok, Peserta Gelombang IV Kartu Pra Kerja Bisa Mendaftar Offline
Nasional
Kartu Pra Kerja

Kemenko Perekonomian menyatakan Gelombang IV Kartu Pra Kerja akan dibuka mulai Sabtu (8/8) pukul 12.00 WIB. Namun kali ini pendaftaran bisa dilakukan secara offline.

WowKeren - Sempat tertunda beberapa lama, pendaftaran Gelombang IV Kartu Pra Kerja akan kembali dibuka pada Sabtu (8/8) besok. Namun ada yang berbeda dalam gelombang IV program ini, yakni pendaftaran yang bisa dilakukan secara luring alias offline.

Perubahan regulasi ini sudah disahkan lewat Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2020 yang menerangkan soal program Kartu Pra Kerja. Dalam Pasal 10 Perpres tersebut terungkap pendaftaran bisa dilakukan secara luring dengan beberapa persyaratan, seperti terbatasnya infrastruktur, telekomunikasi, dan pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Untuk pendaftaran luring ini bisa dilakukan oleh calon peserta ke Kementerian Ketenagakerjaan atau pemerintah daerah lewat Dinas Ketenagakerjaan. Nanti di sana calon peserta bisa mengisi formulir sesuai arahan, dengan format berkas persis pendaftaran secara daring atau online.

"Dari permohonan tersebut, lalu nanti secara kolektif dikumpulkan oleh kementerian/lembaga dan dari kementerian/lembaga nantinya akan mengirimkan pendaftaran," jelas Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin, Jumat (7/8). "Setelah disahkan oleh menteri ketenagakerjaan (kemudian) dikirimkan kepada PMO sehingga nanti PMO akan mengukuhkan penetapan calon peserta kartu prakerja tersebut."


Selain pendaftaran yang berbeda, Gelombang IV Kartu Pra Kerja juga akan dibuka untuk jauh lebih banyak peserta. Disampaikan oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiharso, menyebutkan bahwa Gelombang IV dibuka untuk kuota sebanyak 800 ribu orang.

"Besok siang, Gelombang IV akan dibuka pukul 12.00 WIB," jelas Susiwijono, dilansir dari Kompas. "Dengan kuota peserta sebanyak 800 ribu orang."

Namun kendati demikian, besaran nilai insentif yang diberikan untuk peserta akan tetap sama seperti sebelumnya. Yakni totalnya mencapai Rp 3,55 juta yang terbagi dalam beberapa kali pembagian.

Terkait dengan penundaan pembukaan pelatihan Gelombang IV ini juga dijelaskan oleh Susiwijono. Menurutnya, penundaan terpaksa dilakukan karena pihak manajemen pelaksana dan Komite Pra Kerja melakukan perbaikan tata kelola pelaksanaan program.

Pemerintah berharap pembukaan kembali Kartu Pra Kerja ini bisa memberi manfaat bagi pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan akibat terdampak COVID-19. Selain itu insentif yang diberikan juga diharap bisa mendorong daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi juga bisa bergerak ke arah positif.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts