Satgas COVID-19 Blak-Blakan Bongkar Penyebab Depok Jadi Zona Merah Corona
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Depok menjadi zona merah atau risiko tinggi penyebaran virus corona. Mengenai hal itu, Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 secara blak-blakan membongkar penyebabnya.

WowKeren - Kota Depok saat ini menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jawa Barat yang berstatus zona merah. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kemudian membeberkan penyebab Depok menjadi zona paling risiko tinggi penularan virus corona.

Anggota Tim Pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan Depok menjadi zona merah akibat tingginya mobilitas masyarakat setempat. Ia menjelaskan jika banyak warga Depok yang kerap bekerja ataupun bepergian di daerah Jabodetabek setiap harinya. Hal ini meningkatkan potensi penularan virus corona.

”Kalau kita lihat di Depok ini memang cukup banyak yang positifnya mungkin karena mobilitasnya tinggi terutama ke daerah Jabodetabek,” kata Dewi di Graha BNPB, seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Senin (10/8). “Memang ini butuh perhatian khusus.”

Kota Depok saat ini menjadi wilayah dengan kasus virus corona tertinggi di Jabar. Sedangkan daerah lainnya di Provinsi Jabar sudah dilaporkan menjadi zona oranye, kuning hingga hijau.


Berdasarkan jumlah kasus kumulatif, Kota Depok menjadi yang tertinggi dengan jumlah kasus 1.292 kasus. Selanjutnya ada Kota Bekasi dengan 947 kasus, Kota Bandung 700 kasus, Kabupaten Bekasi 475 kasus, dan Kabupaten Bogor 442 kasus virus corona.

Tingginya beberapa kasus virus corona di wilayah Jabar membuat Dewi mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi. Menurutnya, kenaikan jumlah kasus COVID-19 di Jabar perlu diselidiki terkait sumber penularannya agar bisa ditangani dengan baik.

”Ini sinyal untuk Pemda agar menginvestigasi kira-kira ada apa di daerahnya,” ungkap Dewi. “Dimana penularan dan mengapa, dan bagaimana penanganannya agar dilakukan lebih baik lagi.”

Satgas COVID-19 memaparkan jika kenaikan jumlah kasus virus corona di Jabar bahkan mencapai 50,6 persen hingga Minggu (9/10) lalu. Adapun kabupaten atau kota dengan peningkatan kasus tertinggi terjadi di Kota dan Kabupaten Bandung. Lalu disusul Cirebon, Kota Cimahi, dan Kota Sukabumi.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts