Temui Jokowi, Ridwan Kamil Ajukan Dua Usul Ini Untuk Tangani Corona
Instagram/ridwankamil
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung mengajukan dua usulan ini untuk menangani pandemi virus corona begitu mendapat kesempatan bertemu dengan Presiden Jokowi.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah berjumpa dengan Presiden Joko Widodo dalam rapat penanganan COVID-19 yang digelar di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung pada Selasa (11/8). Dalam kesempatan ini, Ridwan turut memberikan usulannya terkait penanganan pandemi virus corona.

Ridwan Kamil telah mengajukan dua usulan kepada Jokowi yang bisa digunakan untuk menekan laju penyebaran virus. Usulan pertama adalah meningkatkan ratio testing atau pemeriksaan COVID-19 dengan menggandeng pihak swasta.

“Kalau diizinkan kita bisa bekerja sama dengan swasta, satu orang (yang dilacak dan tes) berapa Rupiah,” usul Ridwan Kamil dalam rapat, seperti dilansir dari Detik, Selasa (11/8). “Mereka yang investasi alatnya, hitungannya dalam berapa minggu, kapasitas pengetesan bisa naik.”

Selain mengusulkan bekerja sama dengan pihak swasta, Mantan Wali Kota Bandung ini juga menawarkan jenis alat tes PCR baru. Ia mengusulkan agar alat tes PCR yang ukurannya kecil sehingga lebih mudah diedarkan di sejumlah wilayah, termasuk daerah terpencil sekali pun.


Ridwan Kamil menilai jika semakin kecil alat tes PCR, maka semakin mudah dan terjangkau proses distribusinya. Ia menilai jika alat PCR yang besar justru sulit dijangkau sehingga tidak semua masyarakat dapat mengaksesnya. Sebagai contoh, ia menyatakan jika wilayahnya sudah mulai menerapkan alat tes PCR yang kecil dan bisa dimasukkan ke dalam satu koper.

”Kita punya alat PCR segede koper,” jelas Ridwan Kamil. “Bisa dipakai ke gunung, hutan atau daerah yang tidak dijangkau mobil PCR dan fasilitas pengetesan bisa dilakukan secara merata.”

Dalam rapat tersebut, Ridwan Kamil juga mengungkap perkembangan kasus virus corona di wilayah pemerintahannya. Ia mengklaim jika Jawa Barat sudah tidak memiliki zona merah lagi. Meski demikian, ia membenarkan memang sempat terjadi lonjakan kasus di sejumlah wilayah.

”Peta kewaspadaan di Jabar juga sudah menyesuaikan dengan pusat, sampai 9 Agustus ini tidak ada zona merah di Jabar,” klaim Ridwan. “Sekarang sudah membaik Depok juga.”

”Tetapi ada gas ada ngerem rata-rata dua minggu terakhir 0,86,” sambungnya. “Kapasitas testing kami ini punya kelemahan, walau di level provinsi tertinggi setelah Jakarta, 173 ribu kami mengejar rasio pengetesan setinggi-tingginya.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts