Toa Hingga Spanduk Tak Mempan, Pemkot Jakpus Gunakan Peti Mati untuk Sosialisasi COVID-19
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Peti mati yang akan digunakan itu akan berupa replika dan diletakkan di tempat yang strategis. Rencananya, akan dipasang 1 unit peti mati di tiap kecamatan.

WowKeren - Pemerintah tak henti-hentinya menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan pencegahan COVID-19 ke masyarakat. Namun sayangnya, tak semua orang mampu menerima aturan tersebut dan menerapkannya dengan baik.

Di Jakarta Pusat, Pemerintah Kota di sana berencana untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan dengan cara yang tak biasa yakni dengan menggunakan peti mati. Pemilihan media yang satu ini bukan tanpa alasan.

Wakil Wali Kota Jakpus, Irwandi, mengatakan jika selama ini pihaknya sudah menggelar sosialisasi menggunakan toa dan juga spanduk. Namun sepertinya hal itu kurang efektif dalam membangkitkan kesadaran warganya.

"Iya supaya warga tahu, itu kan inisiatif Pak Wagub, supaya mengingatkan masyarakat, kalau pakai toa terus kan capek ya," kata Irwandi dilansir Detik, Rabu (12/8). "Spanduk juga nggak dibaca, mungkin dengan peti mati bakal sadar."


Usulan menggunakan peti mati ini disebutnya datang dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Sosialisasi ini akan digencarkan mulai 18 Agustus mendatang.

"Iya, nanti kan rencananya akan dicanangkan Pak Wagub 18 Agustus di Terowongan Kendal," lanjutnya. "Itu kita lagi nunggu informasi. Jadi nggak 18 agustus dicanangkan, dari biro tapem, belum ada kepastian."

Peti mati yang akan digunakan itu akan diletakkan di tempat yang strategis. Rencananya, akan dipasang 1 unit peti mati di tiap kecamatan. Namun, peti mati yang digunakan hanya replika. Untuk mengingatkan masyarakat, di peti mati itu nantinya juga akan dipasang imbauan untuk melakukan protokol kesehatan.

"Jadi kita akan taruh di tempat tertentu yang dianggap paling strategis, misal di kecamatan Johar, misalnya deket pasar, dengan tulisan agar hati-hati dengan COVID-19," ujarnya menjelaskan. "Pakai masker, bla bla bla, ada tulisan gitu lah, tapi dengan peti mati. Peti matinya kita bikin bentuk peti mati, tapi bukan peti mati beneran."

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts