Dari kasus 1.673 COVID-19 baru yang dilaporkan pada Selasa (18/8) hari ini, DKI Jakarta kembali menjadi penyumbang tertinggi dengan melaporkan 513 tambahan pasien.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 18 Agustus 2020 - 16:39 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan 1.673 kasus positif corona baru pada Selasa (18/8) hari ini. Dengan demikian, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia kini telah mencapai 143.043 pasien.
Selain itu, jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada hari ini mengalami penambahan sebanyak 1.848 orang. Dengan demikian, total sudah ada 96.306 penyintas COVID-19 di Indonesia.
Namun, hari ini juga ada 70 kasus kematian akibat COVID-19. Dengan demikian, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia kini telah menyentuh angka 6.277.
Dari kasus COVID-19 baru yang dilaporkan pada hari ini, DKI Jakarta kembali menjadi penyumbang tertinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang dibagikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia, DKI pada hari ini melaporkan 513 kasus COVID-19 baru.
Dengan demikian, angka COVID-19 di Ibu Kota kini telah menembus 30 ribu. Selain itu, DKI juga melaporkan 588 pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh dan 19 pasien meninggal pada hari ini.
Di bawah DKI Jakarta, ada Jawa Timur yang melaporkan 312 kasus COVID-19 baru pada hari ini. Setelah itu ada Sumatera Utara yang melaporkan 130 kasus COVID-19 baru dan Jawa Tengah dengan 118 kasus corona baru.
Kabar baiknya, ada enam provinsi yang melaporkan nihil kasus COVID-19 baru pada hari ini. Di antaranya adalah provinsi Jambi, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Papua, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di sisi lain, Gubernur DKI Anies Baswedan telah mengakui bahwa saat ini Indonesia sedang menghadapi situasi dimana segalanya penuh ketidakpastian dalam menghadapi pandemi. Pasalnya, pandemi ini sangat jarang terjadi sehingga sulit memprediksi peta alur bagaimana dan kapan situasi ini akan berakhir.
”Kita sekarang dalam situasi we don't know what we don't know, kita ini tidak tahu apa yang tidak kita ketahui,” terang Anies dalam rapat pimpinan saat membahas revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (15/8) lalu. “Jadi kalau perjalanan itu kita masuk ke kawasan yang belum ada petanya.”
(wk/Bert)