Anggota Tim Pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, juga mengungkapkan daerah dengan persentase kematian akibat COVID-19 terendah dan wilayah dengan kasus aktif tertinggi.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 19 Agustus 2020 - 15:53 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan tiga daerah dengan angka kesembuhan pasien corona tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis mingguan pekan lalu, Kota Denpasar, Kota Surabaya, dan Kota Makassar mencatat angka kesembuhan COVID-19 tertinggi di Indonesia.
"Kota Denpasar tingkat kesembuhannya 92,13 persen, Kota Surabaya 74,68 persen, Kota Makassar 70 persen," ungkap anggota Tim Pakar Satgas COVID- 19, Dewi Nur Aisyah, pada Rabu (19/8). "Jakarta Pusat juga cukup tinggi angka sembuh 66,26 persen."
Selain itu, Dewi juga mengungkapkan daerah dengan persentase kematian akibat COVID-19 terendah. Ada Kota Denpasar yang mencatat 1 persen kematian, Kota Jayapura 1,3 persen, Kota Depok 3,21 persen, Kota Jakarta Pusat 3,29 persen, dan Kota Makassar 4,02 persen.
Kota Surabaya sendiri mencatat persentase jumlah kematian tertinggi dengan 8,62 persen. Kemudian disusul oleh Kota Semarang yang mencatat 6,27 persen kasus kematian akibat COVID-19.
"Jadi di sini kita lihat, Kota Denpasar dia tinggi angka kesembuhan dan kecil angka kematian," jelas Dewi. "Sementara Kota Surabaya angka sembuhnya tinggi tapi angka kematian juga tinggi."
Kemudian untuk persentase jumlah kasus COVID-19 aktif tertinggi, Kota Jayapura berada di peringkat pertama dengan jumlah 49,22 persen. Disusul oleh Kota Medan yang mencatat kasus aktif sebanyak 47,51 persen, Kota Banjarmasin 39,26 persen, Kota Depok 37,37 persen, Kota Palembang 34,14 persen, dan Kota Semarang 30,81 persen. Adapun Kota Denpasar kini memiliki persentase kasus aktif terendah, yakni hanya 6,84 persen.
"Kita harus fokus pada kasus aktif bukan kasus kumulatif positif, jadi kita lihat berapa persen sih jumlah kasus orang dalam perawatan atau sedang isolasi mandiri," terang Dewi. "Ternyata kasus aktif paling banyak di Kota Jayapura, dan paling sedikit di Kota Denpasar."
Dewi lantas menyimpulkan bahwa kasus COVID-19 banyak yang berasal dari wilayah perkotaan. Menurut Dewi, sebanyak 53,01 persen kasus positif di Indonesia disumbang oleh wilayah perkotaan.
"Kami paham perkotaan adalah poros aktivitas, jaga kota kita agar tetap aman jangan sampai aktivitas lumpuh, waspada penularan," pungkas Dewi. "Masyarakat dan Pemda harus lebih adaptif menangani kasus COVID-19, kita tidak boleh lengah dalam kondisi apapun."
(wk/Bert)