Dubes Palestina untuk RI, Zuhair al-Shun, menjadi pembahasan usai hadiri Deklarasi KAMI, Selasa (18/8). Namun rupanya Zuhair hadir dalam acara tersebut karena mengira undangan perayaan Hari Kemerdekaan RI.
- Elvariza Opita
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 09:12 WIB
WowKeren - Kehadiran Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, dalam Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) pada Selasa (18/8) kemarin sempat menjadi bahasan panas. Sebab belakangan terungkap Zuhair hadir karena salah mengira undangan itu sebagai perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia.
Salah satu penggagas KAMI, Din Syamsuddin, pun angkat bicara soal kehadiran Zuhair tersebut. Din yang berstatus sebagai Presidium KAMI menegaskan bahwa kehadiran Zuhair murni sebagai undangan, sebagaimana mereka turut mengundang dubes lain.
"Banyak tamu undangan non-deklarator yang diundang," ujar Din, Rabu (19/8). "Baik dubes maupun pejabat seperti pimpinan MPR dan lembaga negara lain, pimpinan ormas."
Namun Din membenarkan bahwa memang pihak sang dubes salah memahami isi undangan. Oleh karena itulah Zuhair kemudian mengira undangannya untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
"Rupanya ada kesalahpahaman. Beliau tidak baca saksama undangan, tapi begitu melihat nama saya, beliau langsung berniat hadir saja karena menganggap saya sahabat (sebagai Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina)," terang Din, dilansir dari Kompas, Kamis (20/8).
Zuhair pun bukan satu-satunya dubes yang diundang. Namun sebagian dari mereka memang tidak bisa hadir atau tidak menjawab.
Din juga menegaskan bahwa undangan yang diberikan sudah jelas terkait deklarasi KAMI. "Bagi KAMI pengundangan dan kehadiran dubes negara asing pada acara ormas dan parpol merupakan suatu hal biasa dan sering terjadi," jelasnya.
Sebelumnya pihak Kedubes Palestina untuk Indonesia sudah menegaskan bahwa kehadiran Zuhair al-Shun dalam deklarasi itu karena salah mengira undangan untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Zuhair pun hanya hadir sebentar di acara tersebut, yakni selama 5 menit ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Kedubes Palestina lantas menegaskan bahwa negaranya tak akan ikut campur dalam kegiatan politik Indonesia. "Saya berharap semua orang mengerti bahwa kami bukan bagian dari dan tidak akan menjadi bagian dari kegiatan politik di Indonesia," tegas Kedubes Palestina lewat keterangan resminya, Rabu (19/8).
(wk/elva)