Polisi menemukan unsur pidana pada kasus meledaknya 2 tangki bioetanol di PT Energi Agro Nusantara (Enero), Kabupaten Mojokerto, yang memakan 1 korban jiwa dan 10 korban luka-luka pada pekan lalu.
- Nidya Putri
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 10:11 WIB
WowKeren - Kebakaran serta ledakan terjadi di pabrik bioetanol milik PT Energi Agro Nusantara (Enero) di Desa Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (10/8) lalu. Peristiwa tersebut menyebabkan 1 orang meninggal dan 10 orang lainnya mengalami luka-luka.
Polisi menemukan unsur pidana pada kasus meledaknya 2 tangki bioetanol di PT Energi Agro Nusantara (Enero), Kabupaten Mojokerto. Anak perusahaan BUMN PTPN X itu menyebut banyak pihak yang terlibat dalam insiden yang menewaskan satu pekerja tersebut.
Kasus ini sendiri telah masuk ke dalam tahap penyidikan usai temuan unsur pidana dalam peristiwa ledakan tersebut. Meski begitu, manajemen PT Enero tak khawatir.
"Kami serahkan proses hukum ke pihak kepolisian, kami akan kooperatif terhadap proses penyidikan ini," kata Humas PT Enero Ariel Hidayat dilansir Detikcom, Kamis (20/8). Ariel menjelaskan, proyek pembuatan tangki penampungan bioetanol maupun pengelasan pipa di bawah kewenangan PTPN X.
Perusahaan pelat merah itu menunjuk kontraktor pelaksana PT Barata Indonesia (BI). Sementara PT Enero hanya menjadi lokasi proyek saja.
"Bahwa yang terlibat dalam ledakan ini banyak pihak," terangnya. "Proyek itu belum serah terima, di bawah PTPN X, dikerjakan oleh Barata. Kebetulan saja lokasi proyeknya ada di tempat kami."
Oleh sebab itu, Ariel belum bisa mengetahui keterlibatan PT Enero dalam insiden meledaknya 2 tangki bioetanol sepekan yang lalu. Karena aktivitas proyek yang diduga memicu ledakan di bawah tanggung jawab PT BI dan sub kontraktor CV Agung Jaya Konstruksi (AJK).
"Pada prosesnya, saat pengawasan pihak Enero tidak ada (keterlibatan). Karena itu kan di bawah tanggung jawab pihak kontraktor," jelasnya. "Hanya lokasi proyek itu di Enero. Kalau keterkaitan Enero dalam hal ini, intinya dari polisi yang akan melakukan penyidikan."
Seperti yang diketahui, tangki penampungan bioetanol berkapasitas 200.000 liter di PT Enero meledak pada Senin (10/8) sekitar pukul 15.15 WIB. Meledaknya tangki ini diduga dipicu pengelasan pipa yang tersambung dengan tangki tersebut. Hawa panas dari pengelasan memicu kebakaran tangki yang disusul ledakan.
Selain memakan korban jiwa dan luka-luka, peristiwa ledakan tersebut juga merusak 57 rumah warga Dusun Sukosewu, Desa Gempolkrep. Dusun ini terletak di sebelah timur, selatan dan utara titik ledakan. Kerusakan rumah penduduk tergolong ringan dan sedang, seperti plafon ambrol, dinding retak dan kaca jendela depan rumah pecah.
(wk/nidy)