Dinkes Kota Tangerang mendapati lonjakan besar kasus positif COVID-19 terutama yang aktif dan masih memerlukan perawatan. Tercatat dari 50-an pasien, kini bertambah menjadi 156 kasus aktif.
- Elvariza Opita
- Kamis, 20 Agustus 2020 - 15:08 WIB
WowKeren - Dinas Kesehatan Kota Tangerang mengaku sedang berjibaku dengan gelombang kedua wabah virus Corona. Hal ini tampak dari peningkatan jumlah kasus positif COVID-19 di kota itu, yang disebutkan sampai 3 kali lipat.
"Kita ini memang terjadi turbulensi gelombang kedua," ujar Kepala Dinkes Kota Tangerang, Liza Puspadewi, Rabu (19/8). Kenaikan yang sangat signifikan ini terutama terlihat pada jumlah kasus aktif COVID-19 alias yang masih dalam perawatan.
Pekan lalu, hanya ada 50 pasien aktif dengan 18 di antaranya memerlukan perawatan intensif di fasilitas kesehatan. Sedangkan saat ini melonjak sampai 3 kali lipat dengan 156 pasien aktif COVID-19.
Liza pun menyoroti perbedaan sikap antisipasi pada tiap gelombang wabah virus Corona ini. Sebab berbagai pihak terkait sudah lebih mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, salah satunya dengan melakukan tracing secara masif.
Setidaknya, jelas Liza, ada 1.500 swab test tiap pekan yang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang untuk mendeteksi dini kasus COVID-19. "Itu wajib 1.500, semua di-tracing karena kita mau mencari ada di mana saja COVID-19," ujar Liza, dilansir dari Kompas, Kamis (20/8).
Saat ini sudah ada 32 rumah sakit yang dilibatkan untuk merawat pasien COVID-19. Total kapasitas tempat tidur yang tersedia pun mencapai 480, dengan sebanyak 156 pasien aktif saat ini masih dalam perawatan meski tak semuanya dilakukan di rumah sakit.
Di sisi lain, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono, menyebut wabah COVID-19 di Tanah Air masih di gelombang pertama alih-alih memasuki gelombang kedua. Bahkan Pandu menyebut belum ada kejelasan kapan gelombang pertama wabah ini akan berakhir.
Ada beberapa alasan di balik pernyataannya ini. Pandu merujuk pada kurva perkembangan kasus yang masih terus menanjak alih-alih melandai. Sedangkan yang kedua adalah dari segi jumlah tes deteksi COVID-19 yang masih sangat minim dengan kapasitas sekitar 3.588 tes per 1 juta penduduk pada akhir Juli 2020.
(wk/elva)