Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan bahwa ini merupakan hasil kerjasama Indofarma dengan G42, perusahaan artificial intelligence yang bermarkas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
- Bertilia Puteri
- Senin, 24 Agustus 2020 - 10:50 WIB
WowKeren - Indonesia akan bekerjasama dengan pihak luar negeri dalam pengadaan test kit intelligence dengan teknologi laser untuk membantu pelacakan orang yang terpapar COVID-19. Ini merupakan hasil kerjasama Indofarma dengan G42, perusahaan artificial intelligence yang bermarkas di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).
Selain Indofarma, PT Kimia Farma (Persero) Tbk juga akan bekerjasama dengan G42. Namun, Kimia Farma akan bekerjasama dalam pengembangan produk-produk vaksin, termasuk vaksin COVID-19.
Perusahaan tersebut juga akan mengembangkan produk farmasi, layanan kesehatan, riset dan uji klinis, serta pemasaran dan distribusi. Rencananya, G42 akan mengirimkan 10 juta dosis vaksin COVID-19 yang kini tengah menjalani uji klinis tahap III di Abu Dhabi pada kuartal III 2021 mendatang.
"Hal ini menunjukkan bahwa transformasi pada industri farmasi dalam negeri tidak membuat kita menjadi jago kandang," ungkap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Minggu (23/8). "Kemampuan industri farmasi dalam negeri tak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tapi juga mampu menjadi partner yang baik dalam memperkuat produksi vaksin untuk pasar luar negeri."
Menurut Erick, kerjasama ini akan berlangsung untuk jangka panjang. Pasalnya, Kimia Farma dan Indofarma akan melakukan penelitian bersama, alih teknologi, dan penggarapan pasar bersama vaksin untuk Timur Tengah dan Benua Afrika.
Tak hanya bekerjasama di bidang kesehatan saja, Erick juga mengungkapkan bahwa Indonesia dan UEA juga akan berkolaborasi di bidang energi dan pangan. Erick juga menegaskan bahwa Indonesia tidak mau hanya dijadikan alat pasar perdagangan saja dalam kerjasama tersebut.
"Kita tahu impor minyak masih cukup tinggi, tapi untuk cari jalan keluar bagaimana kita dengan partner kita, Negara sahabat UEA supaya kita bisa dapatkan solusi yang baik," jelas Erick. "Tapi kami ingin dapat tambahan teknologi dari negara besar seperti UEA, khususnya di bidang energi. Karena itu kami juga melakukan kerja sama tidak hanya di minyak tapi juga ekspor kerja sama sumber energi terbarukan."
Selain itu, Erick pun mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. "Saya berterima kasih kepada Ibu Retno, Menlu kita atas kelancaran road show yang sudah berlangsung di dua negara. Terutama di UEA yang hasilnya sangat maksimal," pungkas Erick.
(wk/Bert)