Kasus Red Notice, Djoko Tjandra Akhirnya Akui Beri Suap Usai Diperiksa 6 Jam
Nasional

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan pemeriksaan selama 6 jam terhadap Djoko Tjandra dalam kasus red notice. Hasilnya, ia mengaku telah beri suap. Pada siapa?

WowKeren - Djoko Tjandra yang merupakan terpidana kasus korupsi hak tagih (cessie) Bank Bali saat ini masih menjalani proses hukum. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sendiri saat ini tengah menangani dua perkara berbeda dalam kasus Djoko.

Selain kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko juga sedang diselidiki terkait kasus pelariannya yang berbuntut penghapusan red notice. Polisi meyakini ada kasus suap dibalik penghapusan red notice Djoko.

Dugaan tersebut rupanya terbukti benar setelah Polri melakukan pemeriksaan selama 6 jam terhadap Djoko di Bareskrim pada Senin (24/8). Dalam pemeriksaan, Djoko mengakui jika dirinya memang memberikan uang kepada tersangka lainnya untuk menghapus red notice saat dirinya masih berstatus sebagai buronan.


Adapun tersangka yang dimaksud adalah Prasetijo Irjen Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi. Meski demikian, kepolisian enggan menyebut jumlah nominal uang suap yang diberikan Djoko kepada tersangka demi bebas dari status buronan. Polisi juga enggan merinci

”Yang bersangkutan (Djoko Tjandra) sudah mengakui itu telah memberikan uang tertentu pada para tersangka terkait red notice," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Senin (24/8). “Tidak bisa sampaikan secara keseluruhan apalagi terkait nominalnya karena kami masih berproses.”

Pemeriksaan terhadap Djoko sendiri berlangsung dari pukul 09.30 WIB hingga 16.00 WIB. Awi menjelaskan jika saat ini pihaknya masih belum menemukan perkembangan terkait adanya nama-nama baru yang terlibat dalam kasus aliran dana Djoko Tjandra.

Sebagai informasi, Djoko Tjandra memang selama ini terlihat bebas bepergian meskipun menjadi buronan Kejaksaan Agung. Hal tersebut akhirnya terungkap disebabkan oleh penyuapan yang dilakukan Djoko terhadap sejumlah jenderal polisi di Mabes Polri.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait