Trump Klaim Joe Biden adalah Antek Tiongkok: Dia Disuap Satu Setengah Miliar Dolar
Getty Images
Dunia

Trump mengutip peringatan dari pejabat intelijen AS bahwa Beijing diduga merencanakan langkah-langkah rahasia untuk ikut campur dalam pilpres AS atas nama Biden.

WowKeren - Ketegangan antara capres AS dari Partai Republik dan Partai Demokrat, Donald Trump dan Joe Biden, kian meningkat jelang pemilihan Presiden pada November mendatang. Kali ini, Trump tak segan menuding Biden sebagai salah satu antek dari Tiongkok.

Trump mengutip peringatan dari pejabat intelijen AS bahwa Beijing diduga merencanakan langkah-langkah rahasia untuk ikut campur dalam pilpres AS atas nama Biden. Tak hanya itu, Trump bahkan menyebut kalau Tiongkok telah menyuap Biden.

"Tiongkok memiliki Joe Biden. Putranya mendapat satu setengah miliar dolar," kata Trump saat melakukan wawancara dengan Fox News. "Putranya tanpa pengalaman, tidak punya otak, tidak punya apa-apa, tidak pernah melakukannya. Dia mendapat uang ratusan ribu dolar dari Ukraina dan mendapat pembayaran dimuka, dan kemudian dengan Tiongkok dia mendapatkan satu setengah miliar dolar. Ini konyol."

Sebelumnya, Trump menyebut Tiongkok sebagai penipu ulung, dengan mengatakan bahwa tidak ada negara lain di dunia dapat menipu AS melebihi Tiongkok. Trump menuturkan bahwa gara-gara Tiongkok, AS telah kehilangan banyak sekali uang.

"Saya tidak ingin membakar dunia sekarang. Tapi tidak ada negara yang telah menipu kami lebih dari Tiongkok. Kami kehilangan miliaran, ratusan miliar dolar. Kami tidak mendapatkan apa-apa dari Tiongkok. Ya, kita mendapatkan beberapa barang yang dapat kita produksi sendiri, tetapi kita tidak mendapatkan apa-apa. Yang kita lakukan hanyalah kehilangan uang," ucap Trump.


Jelang pilpres, kubu Trump dan Biden memang kerap melontarkan tudingan yang menjelek-jelekkan satu sama lain di depan publik. Sebelumnya, Joe Biden mendesak warga AS agar tak lagi memilih Donald Trump. Menurut Biden, jika Trump kembali terpilih dalam pilpres 2020 maka kondisi AS akan semakin memburuk.

"Kalian tahu apa yang akan terjadi. Kasus dan kematian (akibat Covid-19) akan tetap tinggi. Usaha orang tua kalian akan tutup. Keluarga para kelas pekerja akan kesulitan, dan satu persen kelompok orang-orang kaya justru akan mendapat keleluasaan pajak jika undang-undang yang baru disahkan," kata Biden dalam pidato nominasi capres di hari terakhir Konvensi Nasional Partai Demokrat AS di Chase Center, Wilmington, Delaware.

Biden juga mengatakan pemerintahan Trump akan terus mencoba membatalkan pemberlakuan Undang-Undang Jaminan Kesehatan yang disahkan pada masa Presiden Barack Obama.

"Izinkan kami dan kalian tetap berada di satu negara yang berlandaskan ketuhanan, bersatu dalam kasih sayang satu dengan lainnya di Amerika. Cinta lebih kuat dari kebencian, harapan lebih kuat dari ketakutan, dan cahaya lebih kuat daripada kegelapan," lanjutnya.

Sebagai informasi tambahan, pilpres AS akan digelar pada 3 November mendatang. Pasangan Joe Biden dan Kamala Harris diperkirakan bakal bersaing ketat dengan duet petahana Donald Trump-Mike Pence. Satu kandidat lagi adalah Jo Jorgensen yang diusung Partai Libertarian.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait