Menurut ahli psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk, kampanye penggunaan masker seharusnya lebih ditujukan kepada kaum pria alias male friendly.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 09:26 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID- 19) yang tak kunjung mereda membuat pemerintah terus menggalakkan protokol kesehatan. Presiden Joko Widodo sendiri telah menyerukan kampanye penggunaan masker di tempat umum.
Menurut ahli psikologi politik Universitas Indonesia (UI), Hamdi Muluk, kampanye penggunaan masker seharusnya lebih ditujukan kepada kaum pria alias male friendly. Pasalnya, Hamdi menilai penyebaran virus corona (COVID-19) lebih banyak terjadi pada pria.
"Faktanya dari studi di seluruh negara, dari jumlah yang terinfeksi selalu persentasenya 50-60 persen itu laki-laki," jelas Hamdi dalam siaran di kanal YouTube BNPB Indonesia pada Senin (24/8). "Sehingga yang kita perlukan itu kampanye male friendly bukan women friendly."
Berdasarkan hasil temuan Hamdi, pria dinilai lebih cuek terhadap protokol kesehatan dibandingkan wanita. Hal ini membuat pria seringkali mengabaikan penggunaan masker maupun protokol jaga jarak di temapat umum.
Selain itu, Hamdi juga menyebut bahwa persepsi pria terhadap risiko penularan COVID-19 lebih rendah dibanding wanita. "Perempuan itu jauh lebih takut, dan lebih care (peduli) dibanding laki-laki," ungkap Hamdi.
Penularan COVID-19 yang lebih tinggi kepada pria rupanya juga dipengaruhi oleh faktor budaya. Yang dimaksud adalah budaya maskulinitas yang membuat stigma bahwa pria perkasa tidak akan tertular COVID-19, sehingga kaum laki-laki jauh lebih tidak takut tertular.
"Padahal ini keliru, virus ini tidak memandang feminin atau maskulin," terang Hamdi. "ehingga semestinya ada perhatian lebih ke laki-laki karena lebih careless (tidak berhati- hati).
Sebelumnya, Jokowi telah berencana untuk melibatkan organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam kampanye masker tersebut. Menurut Jokowi, kelompok ibu-ibu PKK akan lebih efektif mengkampanyekan pentingnya menggunakan masker di masa pandemi corona. Oleh sebab itu, Jokowi secara khusus meminta istri dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Tri Suswati untuk ikut membantu.
"Saya ingin ini melibatkan PKK, coba PKK," pinta Mantan Wali Kota Solo ini pada 3 Agustus 2020 lalu. "Istri Mendagri, saya enggak tahu kalau ibu-ibu khawatir masalah COVID-19 mungkin kita rem."
(wk/Bert)