Kemenkes Ungkap Titik Kritis Penularan Virus Corona di Tempat Kerja, Apa Saja?
Nasional

Aktivitas kantor yang kian meningkat di tengah pandemi COVID-19 membuat prosedur kesehatan harus diperketat. Bukan hanya difokuskan pada individu namun juga semua orang

WowKeren - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengusulkan agar setiap perusahaan memiliki tim penanganan COVID-19 di kantor. Tim ini bertugas layaknya Satgas COVID-19 untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19 di tempat kerja.

Bukan tanpa alasan, langkah ini diperlukan seiring dengan maraknya klaster perkantoran COVID-19 akhir-akhir ini. "Semacam COVID Rangers," kata Plt Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes RI, drg Kartini Rustandi MKes di siaran Youtube BNPB Jakarta, Selasa (25/8).

Aktivitas kantor yang kian meningkat di tengah pandemi COVID-19 membuat prosedur kesehatan harus diperketat. Bukan hanya difokuskan pada individu namun juga semua orang yang ada di tempat itu. "Semua kantor perlu memerhatikan perlindungan kesehatan masyarakat," kata Kartini.

Seperti dijelaskan sebelumnya, Satgas COVID-19 kantor ini nantinya bertugas melakukan pengawasan pada seluruh karyawan dan penghuni perusahaan untuk terus menerapkan protokol pencegahan COVID-19. "Termasuk yang mengingatkan apakah ruangan sudah dibersihkan atau belum," ujarnya.


Sebab menurut Kartini, banyak titik kritis yang bisa menjadi penularan virus di lingkungan kantor. Misalnya saat karyawan absen dengan menggunakan fingerprint.

Selain itu, rapat dalam satu ruangan yang terdiri dari banyak orang juga meningkatkan risiko penularan. Begitu juga ketika karyawan melakukan kontak satu sama lain dan potensi terjadinya kerumunan.

Kartini menilai tak sedikit karyawan yang lupa memakai masker. Misalnya ketika sehabis makan siang atau wudhu. Hal-hal inilah yang harus diperhatikan oleh Satgas COVID-19 kantor. Tak cukup sampai di situ, kantor juga harus melakukan tracing jika memang ditemukan ada karyawannya yang positif COVID-19.

"Satgas COVID-19 di kantor juga bertugas kalau ada yang positif atau mendapatkan informasi keluarganya positif harus bagaimana," ujarnya melanjutkan. "Kantor pun harus tahu contact tracing."

Sifat abai para pekerja sangat berpotensi untuk memunculkan klaster baru penularan COVID-19. Terutama terkait pemakaian masker. "Presiden sudah mengatakan soal kampanye masker. Kampanyenya jangan cuma pakai masker, tapi pakai masker yang baik dan benar," ujarnya menegaskan. "

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait