Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan sudah ada 90 tenaga kesehatan yang meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona. Satgas COVID-19 lantas beri solusi ini.
- Ruth Meliana
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 20:08 WIB
WowKeren - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melaporkan ada 90 tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona hingga Selasa (25/8). Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito lantas memberika solusi untuk menekan angka kematian corona pada nakes.
Wiku menyampaikan jika pemerintah terus berupaya meningkatkan perlindungan pada tenaga kesehatan. Salah satu cara yang dilakukan sekarang adalah dengan membatasi jam kerja nakes yang bertugas menangani pasien virus corona.
”Kami monitor memang ada nakes yang gugur, kami ikut belasungkawa,” kata Wiku di Kantor Presiden seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (25/8). “Pemerintah selalu meningkatkan perlindungan kepada nakes dengan memastikan jam kerja nakes dibatasi.”
Selain memberikan pembatasan jam kerja, Wiku juga akan akan menambah fasilitas kesehatan tenaga medis bagi yang kekuarangan. Hal ini demi meningkatkan pelayanan rumah sakit dalam menangani pasien virus corona sehingga para tenaga kesehatan tidak kewalahan.
Pemerintah juga saat ini melakukan pelatihan kepada dokter maupun tenaga kesehatan terkait penggunaan protokol kesehatan COVID-19. Cara ini dilakukan demi memastikan seluruh tenaga medis sudah memahami penggunaan protokol kesehatan yang baik dan benar saat merawat pasien virus corona.
”Training juga dilakukan oleh pemerintah kepada dokter dan nakes untuk memastikan protokol kesehatan dan penanganan kasus dilakukan dengan baik,” jelas Wiku. “Kami juga memberikan perhatian penuh kepada nakes agar aman dan tidak terbebani dengan beban pekerjaan.”
Sebelumnya, IDI melaporkan data nakes yang gugur akibat COVID-19 berdasarkan catatan Pandemic Talks. Data tersebut turut memaparkan Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN), dimana Jawa Timur menjadi provinsi paling banyak melaporkan kematian tenaga kesehatan.
”IPKN terbanyak di Jawa Timur dengan 95,5 atau ada 95 ribu orang di Jatim yang kehilangan satu dokter yang bisa memberikan pelayanan kesehatan,” kata Inisiator Pandemic Talks, Muhammad Kamil beberapa waktu lalu. “IPKN terburuk ke dua yakni Jawa Barat dengan angka 45, Sumatera Utara 42,8, Jawa Tengah 32,1, Sulawesi Selatan 17,4, dan DKI Jakarta 10,2.”
(wk/lian)