Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyindir pasangan yang bisa prewedding mewah hingga puluhan juta namun tidak bisa tes kesehatan.
- Ruth Meliana
- Selasa, 25 Agustus 2020 - 20:25 WIB
WowKeren - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) baru saja melontarkan sindirannya kepada para pasangan yang hendak menikah. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyoroti banyaknya pasangan yang kerap melakukan foto prewedding hingga puluhan juta.
Hasto mengaku tak habis pikir mengapa banyak pasangan yang bisa melakukan foto prewedding mewah namun tidak diimbangi dengan tes kesehatan. Padahal menurutnya, persiapan kesehatan pranikah sangatlah penting bagi calon pengantin.
”Saya memang mengkritik bahwa banyak orang yang mempersiapkan nikah itu dengan prewedding,” kata Hasto saat menggelar konferensi pers bersama Kemenko PMK melalui aplikasi Zoom meeting, seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Selasa (25/8). “Yang habisnya bisa 20, 30, bahkan 50 juta rupiah.”
Hasto memaparkan jika harga tes kesehatan pra nikah sama sekali tidak sebanding dan semahal uang yang dikeluarkan untuk prewedding. Salah satunya adalah terkait pemeriksaan laboratorium hingga berbagai vitamin yang harus dibeli oleh calon pengantin.
”Tetapi yang namanya periksa lab tidak dikerjakan padahal cuma Rp5.000, kemudian yang namanya beli asam folat untuk kesiapan kesehatan ibunya tidak lebih Rp10.000 juga tidak dibeli, untuk membeli zinc dan vitamin C untuk persiapan sperma suami juga tidak dibeli,” papar Hasto. “Padahal sebetulnya itu semua sudah harus disiapkan kira-kira tiga bulan sebelum pernikahan.”
Oleh sebab itu, Hasto juga turut mendukung upaya Menko PMK Muhadjir Effendy yang meminta pasangan untuk melakukan persiapan pranikah. Hal ini dinilai dapat membantu Indonesia dalam membangun keluarga yang sehat dan terencana.
Hasto menyebut saat ini masih banyak pemahaman pernikahan yang harus disampaikan dan dipahami oleh calon pasangan pengantin. Diantaranya adalah terkait psikologi, persoalan ekonomi, hingga perihal kesehatan yang harus disiapkan secara matang.
”Nasihat Pak Menteri untuk kita berikan persiapan pengantin, kemudian memberikan pranikah ini jadi penting sekali,” papar Hasto. “Kami akan bekerja di situ, di hulu memberi konseling pranikah mencegah terjadinya stunting memberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi.”
(wk/lian)