Sebanyak 12 dari total 23 orang warga Batam dinyatakan positif corona setelah melakukan penjemputan paksa jenazah COVID-19. Salah satu dari 23 orang itu diketahui nekat membalurkan air liur jenazah ke mukanya.
- Nidya Putri
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 10:03 WIB
WowKeren - Warga Batam digegerkan dengan upaya nekat penjemputan jenazah COVID-19 yang berakhir dengan penularan. Diketahui, sebanyak 12 dari total 23 orang yang terdiri dari orang dewasa dan remaja di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), dinyatakan positif COVID-19.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam pun langsung menjemput orang-orang tersebut untuk diperiksa di RSKI COVID-19 Pulau Galang. Namun, salah satu dari mereka ada yang melakukan aksi nekat yaitu membalurkan air liur jenazah ke mukanya.
Pelaku aksi nekat tersebut merupakan seorang perempuan paruh baya yang masih bagian keluarga dari pasien COVID-19 yang meninggal. Hal ini tentu membuat Dinkes Batam turun tangan mencari jejak perempuan itu.
Beruntung, perempuan tersebut telah berhasil ditemukan. "Perempuan itu sempat melawan petugas saat akan diamankan. "Dia melawan polisi, untung polisinya sabar, iya (waktu ribut-ribut ambil jenazah itu dia bicara)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi dilansir detikcom, Rabu (26/8).
Menurut Didi, perempuan itu kini diisolasi di RSKI COVID-19 Pulau Galang dan menjalani tes swab. Selain dia, 2 anaknya juga ikut diisolasi dan dites swab. "Baru proses pagi ini, kemarin diambil (swab-nya) sore, mungkin siang atau sore keluar hasilnya," ujar Didi.
Didi mengungkapkan tidak ada saksi yang melihat perempuan usia setengah baya itu membalurkan air liur jenazah pasien COVID-19. Didi menilai hal itu hanya sebatas pengakuan saat ribut-ribut sejumlah warga menjemput paksa jenazah positif COVID-19.
"Gaya dia aja, pengakuan dia aja, mana berani dia, nggak ada orang yang lihat dia balurin air liur, orang seramai itu kejadiannya," imbuhnya. Tidak hanya sesumbar membalurkan air liur, perempuan itu bahkan mengancam akan menjilat air liur jenazah pasien Corona.
"Dari malam kita mau ambil itu dia udah ngomong sesumbar 'nanti aku jilat air liur itu', di videonya ada, tapi nggak ada dia melakukan itu, gaya dia ajalah itu, mana berani pun dia melakukan itu," ungkap Didi.
Sementara itu, hingga Selasa (25/8), total ada 26 orang yang sempat dites terkait penjemputan paksa jenazah. 12 Sebelumnya telah dinyatakan positif, 3 masih menunggu hasil tes swab, dan sisanya sudah pulang karena negatif. "Total 26. Tapi yang di Galang tinggal 15 (12 positif, 3 masih swab)," pungkasnya.
(wk/nidy)