Bioskop Dibuka Lagi, Berikut Protokol Kesehatan Dari Satgas COVID-19
Nasional

Bioskop di Ibu Kota bakal kembali dibuka oleh Gubernur DKI Anies Baswedan. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan beberapa protokol kesehatan yang harus dilaksanakan selama bioskop dibuka.

WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana untuk kembali membuka bioskop di Ibu Kota. Rencana tersebut telah dirundingkan Pemprov DKI bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19.

Juru bicara Satgas COVID-19 Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, ada beberapa protokol kesehatan yang harus dilaksanakan selama bioskop dibuka. Yang paling utama adalah bioskop harus memastikan antrean keluar dan masuk, memperhatikan jarak aman, minimal satu setengah meter.

"Paling tidak satu setengah meter sehingga tidak terjadi kontak antara pengunjung," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (26/8). Lalu, pengunjung yang datang ke bioskop tidak boleh di bawah 12 tahun dan di atas 60 tahun.

Kemudian, pengunjung bioskop tidak boleh memiliki penyakit komorbid atau penyakit penyerta. Misalnya, penyakit jantung, kencing manis, penyakit paru, penyakit ginjal dan penyakit imunitas rendah lainnya.


"Berikutnya, pengunjung dalam kondisi sehat. Tidak ada gejala batuk, demam lebih 38 derajat Celcius, sakit tenggorokan, pilek, flu, bersin dan sesak napas," paparnya. Selama berada di dalam bioskop penonton tidak boleh makan dan minum.

Karena saat mengkonsumsi makanan atau minuman membuat penonton melepas maskernya, padahal masker wajib digunakan setiap saat. Poin selanjutnya, ada pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop atau cinema dijaga, tidak lebih dari dua jam.

"Jarak antara kursi juga dilakukan dengan baik sehingga berjarak sehingga tidak terjadi kontak antara pengunjung," sambungnya. Terakhir, tidak boleh terjadi kontak antara pengunjung dengan petugas di bioskop. Petugas dan pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk masker yang wajib digunakan oleh pengunjung bioskop sebaiknya memiliki kemampuan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah. Ini untuk memastikan tidak terjadi penularan antara pengunjung.

"Demikian pula dengan pemesanan tiket tidak dilakukan secara fisik tapi semuanya dengan online dan tentunya data-data akan masuk apabila terjadi sesuatu bisa dilakukan tracing dengan baik," pungkasnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait