Anggota tim pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, lantas mengungkapkan 40 kabupaten/kota yang menyumbang kasus positif dan kasus kematian corona tertinggi di Tanah Air.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 26 Agustus 2020 - 14:56 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 kembali mengungkapkan data corona terbaru di kabupaten/kota di Indonesia. Anggota tim pakar Satgas Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah, lantas mengungkapkan 40 kabupaten/kota yang menyumbang kasus positif corona tertinggi di Tanah Air.
"Dari 40 kabupaten/kota penyumbang kasus tertinggi yang ada di Indonesia, ternyata 28 daerah atau sekitar 70 persen ini berasal dari perkotaan," ungkap Dewi. "Sedangkan 12 yang lain ini baru berasal dari kabupaten."
Kota Surabaya, Jawa Timur, menjadi daerah dengan jumlah kasus positif COVID-19 tertinggi di Indonesia. Meski demikian, Dewi tak mengungkapkan data detail mengenaik besaran jumlah kasus positif COVID-19 yang dimiliki masing-masing daerah.
Selain Kota Surabaya, dua kabupaten di Jatim, yakni Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik juga masuk dalam peringkat 20 besar. "Peringkat 9 ada Sidoarjo dan peringkat 12 ada Gresik. Ini juga harus kita evaluasi nih ada apa di sana kok sehingga kasus kumulatif cukup tinggi, bahkan mengalahkan perkotaan lain di Indonesia," jelas Dewi.
Selain itu, Dewi juga mengungkapkan 40 kabupaten/kota penyumbang kematian COVID-19 tertinggi di Indonesia. Di daftar ini, Kota Surabaya lagi-lagi menduduki posisi puncak dan menjadi penyumbang kematian COVID-19 tertinggi di Indonesia.
"Dari 40 (kabupaten/kota) yang tertinggi menyumbangkan kematian ini kita lihat 22 atau sekitar 55 persen berasal dari perkotaan," lanjut Dewi. "Sedangkan kabupaten 18."
Dalam daftar penyumbang kematian COVID-19 tertinggi ini, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik masuk dalam jajaran 10 besar. "Ketika berbicara kematian, enam kabupaten masuk top 20 angka kematian tertinggi yang ada di Indonesia," kata Dewi.
Apabila dilihat secara keseluruhan, ada 98 kota dan 416 kabupaten di Indonesia. Daerah perkotaan menyumbang 65 persen kasus positif COVID-19, sedangkan kabupaten menyumbang 35 persen sisanya.
"Jumlah meninggal kabupaten lebih rendah di angka 4,4 persen, sedangkan di perkotaan 4,54 persen," jelas Dewi. "Dan angka kesembuhan di perkotaan mencapai 68 persen, sedangkan di kabupaten sudah lebih tinggi yakni 72 persen."
(wk/Bert)