Setelah Jokowi melakukan launching program ini, pihak Kemenaker akan mentransfer BLT tersebut secara bergelombang. Transfer akan dilakukan kepada 2,5 juta orang pekerja tiap gelombangnya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 07:38 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo akan meluncurkan program bantuan langsung tunai (BLT) untuk para pegawai bergaji di bawah Rp 5 juta per bulan pada Kamis (27/8) hari ini. Diketahui, BLT tersebut bernilai Rp 600 ribu per bulan dan akan diberikan selama empat bulan.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Rabu (26/8) kemarin. Menurut Ida, sebelum program BLT ini diluncurkan, pihaknya terus mempersiapkan administrasi untuk proses transfer bantuan tahap pertama.
Ida menyebutkan bahwa transfer tahap pertama akan dilakukan pada akhir Agustus 2020 ini. "Insyaallah akan diagendakan launching bantuan pemerintah berupa subsidi gaji atau upah pada Kamis (27/8) oleh Presiden RI," tutur Ida.
Setelah Jokowi melakukan launching program ini, pihak Kemenaker akan mentransfer BLT tersebut secara bergelombang. Transfer akan dilakukan kepada 2,5 juta orang pekerja tiap gelombangnya.
"Kami rencanakan dilakukan per batch-nya (gelombang) per minggu," jelas Ida. "Sekurang-kurangnya 2,5 juta per batch per minggu akan kami lakukan (transfer)."
Ida menyatakan pihaknya telah menerima data rekening 2,5 juta calon penerima BLT dari BP Jamsostek pada 24 Agustus 2020 lalu. Para pegawai akan menerima BLT ini setiap dua bulan sekali, sehingga mereka akan mendapat Rp 1,2 juta per transfer.
"Jadi untuk subsidi bulan September-Oktober akan kami berikan pada akhir Agustus ini. Dan 2 bulan berikutnya akan diberikan," terang Ida. "Jadi diberikan dalam bentuk transfer langsung ke rekening penerima 2 bulan sekali, Rp1,2 juta."
Adapun BLT ini diberikan dengan harapan daya beli para pegawai bergaji di bawah Rp 5 juta dapat meningkat di masa pandemi corona ini. BLT ini juga digelontorkan untuk menopang ekonomi dalam negeri yang jatuh ke minus 5,32 persen pada kuartal II 2020 kemarin. Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 37,8 triliun untuk program baru tersebut.
Sebelumnya, Jokowi dijadwalkan melakukan launching program subsidi gaji ini pada 25 Agustus 2020 lalu. Namun ternyata, pencairan tersebut tak dapat dilakukan dengan cepat karena validasi data masih berlangsung.
(wk/Bert)