Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebisaan merokok juga bisa mengurangi nilai-nilai kebudayaan
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 27 Agustus 2020 - 17:13 WIB
WowKeren - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berbicara mengenai dampak rokok. Menurutnya, rokok menjadi salah satu penyebab munculnya ketidakadilan di Tanah Air.
"Rokok ikut andil menciptakan ketidakmerataan," kata dia dilansir Antara, Kamis (27/8). Ia pun kemudian menjelaskan alasannya.
Pada umumnya, perokok adalah masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi menengah dan sebagian besar merupakan kelas bawah. Sebaliknya, pihak yang mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan rokok adalah segelintir orang yang memiliki perusahaan rokok.
Sehingga hal ini menurutnya semakin meningkatkan ketidakadilan. Selain itu, kebisaan merokok juga disebutnya bisa mengurangi nilai-nilai kebudayaan masyarakat Indonesia.
Atas dasar inilah Kementerian PMK ingin menekan penggunaan rokok di kalangan masyarakat Indonesia. Jika bisa, benar-benar menghapuskan penggunaan rokok di negeri ini.
Lebih lanjut, ia menyebut jika tiga dari sembilan misi presiden dan wakil presiden memiliki kaitan erat dengan program Kemenko PMK. Yakni terkait peningkatan kualitas manusia Indonesia dan pembangunan yang merata. Yang mana, ketiganya berkaitan dengan persoalan rokok.
Masih berbicara mengenai rokok, Muhadjir khawatir jika paparan rokok bisa jadi sudah menyerang anak sejak dalam kandungan. Sebab sejak dalam kandungan, anak bisa terpapar dari orang tuanya yang merokok.
"Rokok ini sebetulnya sudah mulai menyerang upaya kita untuk membangun sumber daya manusia Indonesia sejak masa parental," ujarnya. "Orang tua perokok punya dampak yang sangat serius terhadap janin yang dalam kandungan seorang ibu."
Sementara itu, harga rokok yang murah menyebabkan produk tembakau ini bisa dinikmati oleh usia remaja. Hal inilah yang menyebabkan jumlah perokok terus meningkat dari waktu ke waktu.
(wk/zodi)