Menteri Kesehatan Terawan buka suara terkait melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia beberapa waktu terakhir. Menurutnya hal ini disebabkan banyaknya ketidakdisiplinan penerapan protokol kesehatan.
- Nidya Putri
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 10:25 WIB
WowKeren - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan bahwa ketidakdisiplinan penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus baru COVID-19 di Tanah Air. Padahal, ia melanjutkan, kunci utama pencegahan penularan Covid-19 yaitu menjaga jarak dan menggunakan masker.
"Kuncinya cuma satu, kalau kita semua pakai masker dan jaga jarak itu nol kemungkinan untuk kena penularan," kata Terawan dalam rapat kerja Komisi IX DPR, Kamis (27/8). "Itu dari WHO (Organisasi Kesehatan Dunia)."
Perlu diketahui, hingga Kamis (27/8) kemarin, Indonesia mencatat penambahan 2.719 kasus baru COVID-19 sehingga total kasus keseluruhan saat ini 162.884. Angka tersebut merupakan jumlah kasus baru tertinggi sejak pasien pertama Covid-19 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
Terawan menjelaskan bahwa angka laju COVID-19 bisa diturunkan sekitar 1,5 persen dengan menggunakan masker. Sedangkan risiko penularan bisa jadi 0 persen jika menggunakan masker sekaligus menjaga jarak. Menurutnya, hal ini juga berlaku dalam meningkatnya kasus positif COVID-19 para tenaga medis.
"Mengenai meningkatnya kasus dan tenaga medis yang kena, ini adalah menyangkut pemutusan penularan dan infeksi dari COVID-19. Kalau sama-sama pakai masker, sudah turun mendekati 1,5 persen. Begitu jaga jarak jadi nol kemungkinan untuk kena," jelasnya. "Jadi kenapa masih kena ya, pasti karena tidak disiplin. Di situ celahnya."
Karena itu, Presiden Jokowi menginisasi gerakan nasional dalam menggunakan masker. "Bapak Presiden sudah mencanangkan gerakan nasional secara massal menggunakan masker dan melalui pesan dari ibu negara juga harus pakai masker, dan gerakan ini akan masif," tuturnya.
Hal senada rupanya turut disampaikan pula oleh Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo. Ia mengatakan, kedisiplinan masyarakat menggunakan masker belum maksimal meski sudah mengetahui aturannya.
"Sebanyak 90 persen masyarakat sudah tahu tentang protokol kesehatan, anggaran daerah sudah sangat banyak untuk pembelian masker. Tetapi kenyataannya, kepatuhan terhadap penggunaan masker masih belum maksimal," kata Doni. "Dari sejumlah provinsi, pemakaian masker rata-rata masih di bawah 70 persen, sehingga perubahan perilaku ini menjadi sebuah hal yang sangat mendasar juga."
(wk/nidy)