Selain itu, Jokowi juga menilai bandara tersebut telah didesain dengan tampilan yang apik oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP dan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sebagai pengelola.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 13:36 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Internasional Yogyakarta pada Jumat (28/8) hari ini. Pembangunan bandara yang hanya memerlukan waktu 20 bulan tersebut pun mendapat pujian dari sang Presiden.
Meski dibangun dalam waktu relatif singkat, bandara tersebut sudah dilengkapi dengan teknologi mitigasi dan daya tahan tinggi terhadap bencana sehingga bisa tahan gempa bumi dengan kekuatan mencapai 8,8 skala ritcher dan gelombang tsunami setinggi 12 meter. Secara khusus, Jokowi juga memuji keterlibatan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam desain bandara tersebut.
Jokowi mengungkapkan bahwa tugas dari pemerintah pusat untuk daerah lebih menekankan pada kecepatan pembebasan lahan dan pengawasan. Namun ternyata pemerintah daerah juga fokus terhadap arsitektur bandara.
"Beliau ternyata sangat detail dan sangat mumpuni urusan kearsitekturan," jelas Jokowi. "Dan yang ada di dalam tadi, interior, semuanya melihat keahlian beliau Bapak Gubernur ini sangat kelihatan sekali dalam desain aritektur."
Selain itu, Jokowi juga menilai bandara tersebut telah didesain dengan tampilan yang baik oleh PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP dan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I sebagai pengelola. "PP dan AP I sangat detail pengerjaannya, juga menurut saya ini terbaik saat ini di Indonesia, tidak tahu nanti akan ada bandara yang lebih baik lagi, tidak tahu," tutur Jokowi.
Luas bandara anyar ini juga jauh melebihi Bandara Adi Sucipto yang selama ini menjadi bandara utama di Yogyakarta. Kapasitasnya pun 12,5 kali lipat melebihi Bandara Adi Sucipto dan dapat menampung 20 juta penumpang per tahunnya. Oleh sebab itu, Jokowi yakin Bandara Internasional Yogyakarta akan segera ramai setelah vaksin corona ditemukan dan didistribusikan.
"Berapa kali? Ini bisa 13 kali, 14 kali dari bandara lama," ujar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. "Tinggal tugas kita bagaimana bisa mendatangkan penumpang sampai 20 juta itu, itu bukan tugas yang ringan."
Panjang lintasan pesawat (railway) pun mencapai 3.250 meter. Ini jauh lebih panjang dibanding Bandara Adi Sucipto yang hanya mencapai 2.200 meter.
"Di sana (Bandara Adi Sucipto) hanya bisa untuk pesawat yang narrow body," pungkas Jokowi. "Di sini bisa didarati, ini tadi saya baru mendapatkan informasi, bisa didarati Airbus A380 dan Boeing 777, pesawat gede-gede bisa turun di sini."
(wk/Bert)