Saat memberikan arahan kepada calon kepala daerah PDIP secara online, Megawati menyebut COVID-19 sebagai penyakit yang menakutkan. Presiden RI ke-5 ini juga prihatin atas pandemi yang hingga saat ini masih belum juga reda.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 14:07 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) membuat banyak warga terpaksa membatasi kegiatan di luar rumah untuk menghindari penularan. Hal ini rupanya juga dialami oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.
Megawati mengaku telah diminta oleh putrinya, Puan Maharani, untuk berdiam diri rumah sejak pandemi dimulai pada Maret 2020 lalu. Dengan demikian, Megawati sudah hampir enam bulan beraktivitas dari rumah.
"Saya di-lockdown oleh putri saya yang paling cerewet. Saya sudah setengah tahun tidak keluar rumah sama sekali," ungkap Megawati saat memberikan arahan kepada calon kepala daerah PDIP secara online pada Jumat (28/8). "Jadi hanya beginilah, cuma webinar, tapi kesibukan saya tidak berkurang."
Megawati lantas menyebut COVID-19 sebagai penyakit yang menakutkan. Presiden RI ke-5 ini juga prihatin atas pandemi yang hingga saat ini masih belum juga reda.
"Ternyata COVID-19 ini yang paling menakutkan adalah justru menyerang paru-paru kita," jelas Megawati. "Jadi kalau paru-paru ada masalah, ya itulah yang kita lihat banyak kesedihan, keprihatinan, dari yang kena COVID-19 tidak bisa diselamatkan."
Oleh sebab itu, Megawati meminta para kadernya untuk disiplin menjaga kebersihan dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, terutama di tempat umum. "Kita jangan hanya disiplin saja, dengan protokol kesehatan itu. Jangan dipikir saya tidak pakai masker, masker saya kecil, saya juga bermasker hanya agar tidak terlihat, kelihatan muka saya, ada teman yang baik hati memberikan penghalang itu," kata Megawati.
Megawati pun berharap agar vaksin yang kini tengah disiapkan oleh pemerintah dapat mengakhiri pandemi corona yang berimbas ke berbagai sektor kehidupan. "Kalau kita bisa lepas dari COVID-19, kita dapat pertolongan vaksin dari luar, tapi kita sendiri harus berupaya untuk mengalahkan COVID-19 ini," ujar Megawati.
Di sisi lain, PDIP sendiri sedianya akan mengumumkan calon wali kota Surabaya pengganti Tri Rismaharini pada hari ini, namun batal. Megawati pun menepis isu pihaknya kesulitan mencari pengganti Risma.
"Seperti tadi Mbak Puan bilang, banyak media yang menggoreng, sepertinya sulit cari calon buat Surabaya," pungkas Megawati. "Tidak demikian, karena semua itu pasti akan ada calonnya. Kita PDIP, bukannya ketua partai yang tidak bisa membuat solusi, semuanya itu akan diselesaikan tepat waktu."
(wk/Bert)