Cuitan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa di Twitter tentang banyaknya orang tua yang meminta keringanan uang kuliah tunggal (UKT) menjadi viral.
- Nidya Putri
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 14:56 WIB
WowKeren - Cuitan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Prof Sutrisna Wibawa di akun Twitternya mendadak viral. Dalam utas yang diunggahnya tersebut menceritakan tentang banyaknya orang tua yang meminta keringanan uang kuliah tunggal (UKT).
Ia mengatakan bahwa pihak orang tua tidak mengetahui jika anak mereka sudah mendapatkan keringanan UKT. Sehingga ia pun meminta agar mahasiswa jangan menipu orang tua terkait uang UKT itu.
"TOLONG HARGAI PENGORBANAN ORANG TUA KALIAN, JANGAN TIPU MEREKA! Beberapa hari yang lalu, ada beberapa orang tua mahasiswa datang ke kampus, memohon keringanan UKT untuk anaknya karena katanya dulu sudah mengajukan tapi tidak disetujui oleh universitas," cuit Sutrisna pada Rabu (26/8).
Ketika dikonfirmasi, Sutrisna membenarkan terkait kisah yang diunggahnya di Twitter tersebut. Ia menceritakan bahwa mahasiswa itu telah mendapatkan potongan bahkan ada juga yang sudah dibebaskan UKT-nya. Namun, mahasiswa itu tidak jujur kepada orang tuanya.
"Setelah kami cek, ternyata mahasiswa yang bersangkutan mendapatkan pemotongan, bahkan ada yang sampai dibebaskan UKT nya, namun tidak jujur kepada orang tuanya," kata Sutrisna. "Sehingga orang tua tetap memberikan uang UKT full tapi uang tersebut entah dipake apa oleh sang anak."
Sutrisna pun menyangkan hal ini, bahkan kasus serupa kerap terjadi di universitas lain. "Kasus-kasus demikian bukan sedikit, tapi banyak sekali. Jadi ketika saya posting itu ternyata dari universitas lain ada," ucapnya.
Selain soal UKT, banyak orang tua yang berkeluh kesah soal anaknya yang meminta uang praktik di masa pandemi. Padahal pihak kampus telah mengurangi kegiatan maupun praktik.
Sutrisna sendiri tidak mengetahui penggunaan biaya UKT itu. Namun, dengan postingannya yang menjadi viral itu, dia ingin mengingatkan para mahasiswa agar bertanggung jawab terhadap amanah orang tua. "Kita nggak tahu digunakan untuk apa, tapi saya punya tanggung jawab sebagai dosen, rektor untuk mengingatkan agar mahasiswa kembali ke amanah orang tua," tegasnya.
Ia pun berpesan agar selalu menjaga baik nama orang tua dan jangan sampai membebani orang tua. "Pesan saya jika tidak bisa membuat mereka bahagia, maka jangan terlalu membebaninya, jaga nama baik mereka, dan doakan mereka disetiap ibadahmu. Jangan diperbudak oleh gaya hidup sehingga lupa akan mereka," pesannya.
(wk/nidy)