Bioskop Akan Dibuka Demi Tingkatkan Imunitas, IDI Bilang Begini
Nasional

Sebelumnya, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebut bahwa kegiatan menonton film, yang lazim dilakukan di bioskop, adalah hiburan dan bermanfaat meningkatkan imunitas masyarakat.

WowKeren - Wacana pembukaan kembali bioskop di tengah pandemi corona kini menuai pro-kontra, terutama karena alasannya yang mengejutkan. Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menyebut bahwa kegiatan menonton film, yang lazim dilakukan di bioskop, adalah hiburan dan bermanfaat meningkatkan imunitas masyarakat.

Menanggapi hal ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun buka suara. Ketua Satuan Tugas COVID- 19 IDI, Zubairi Doerban, menilai bahwa motif ekonomi terasa lebih kental dalam wacana pembukaan bioskop ini, alih-alih peningkatan imunitas masyarakat.

Pasalnya, jika tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan imunitas, maka ada cara lain yang dapat ditempuh. "Olahraga minimal 150 menit per minggu, artinya 30 menit per hari atau satu jam per hari itu berarti tiga kali seminggu diimbangi dengan pola makan, konsumsi sayur dan buah-buahan," ungkap Zubairi dilansir Kompas.com pada Jumat (28/8).

Namun apabila pemerintah ingin meningkatkan imunitas masyarakat melalui hiburan, maka ada pilihan lain untuk menonton film yaitu dengan mengakses platform penyedia layanan film online. Dengan demikian, masyarakat tak perlu mendatangi bioskop untuk mencari hiburan yang membuat imunitas mereka meningkat.


Zubairi sendiri sepakat bahwa menonton film akan meningkatkan kebahagiaan masyarakat. Namun perasaan yang dialami tersebut belum tentu akan meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, tak ada jaminan bahwa perasaan bahagian bisa mencegah orang tertular virus corona. "Malah menonton bioskop itu bisa meningkatkan potensi penularan," ujar Zubairi.

Seperti diketahui, studio bioskop merupakan ruangan tertutup yang menggunakan pendingin ruangan alias AC. Hal ini dikhawatirkan justru mempercepat penularan corona meski protokol kesehatan ketat diterapkan.

Oleh sebab itu, Zubairi meminta pemerintah belajar dari pengalaman sebelumnya saat melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan membuka perkantoran. Diketahui, klaster perkantoran bermunculan meski protokol kesehatan diterapkan.

Dengan demikian, Zubairi menyarankan agar rencana pembukaan bioskop ini ditunda sementara waktu supaya laju pertumbuhan COVID-19 di Indonesia bisa terkendali. "Lebih baik mencegah daripada mengobati," pungkas Zubairi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait