Vaksin Corona Butuh 100 Genom, Indonesia Baru Selesai Teliti 21
iStockphoto
Nasional

Untuk membuat vaksin virus corona, dibutuhkan setidaknya 100 karakter genom yang harus diteliti. Indonesia melaporkan saat ini baru berhasil meneliti 21 genom. Seperti apa?

WowKeren - Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut mengembangkan vaksin virus corona. Riset penelitian dan pembuatan vaksin COVID-19 buatan Indonesia ini dilakukan oleh sejumlah ilmuwan dari Kemenristek hingga berbagai lembaga dan universitas.

Adapun proses pengembangan vaksin Indonesia dikomando langsung oleh Lembaga Molekuler Eijkman. Sejauh ini, para peneliti dilaporkan sedang berupaya mengurutkan genom vaksin COVID-19 agar bisa efektif dan lebih cocok dengan karakteristik virus Indonesia.

Ahli biomolekuler Unair, dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih menjelaskan jika informasi seputar virus corona di Indonesia saat ini masih sangat terbatas. Dalam database GISAID, Tri menjelaskan jika Indonesia telah mendaftarkan 33 sampel genom.

GISAID Initiative merupakan prakarsa internasional untuk berbagi data virus influenza dengan cepat demi kesehatan global. Soal virus corona, Tri menyebut Indonesia telah menyelesaikan penelitian terhadap 21 genom.

”Kita masih memiliki informasi yang sangat-sangat terbatas,” jelas Tri Puspaningsih dalam webinar internasional bertajuk 'Ending Pandemics COVID-19: Effort and Challenge, yang dilansir Kumparan, Jumat (28/8). “Yang kita submit di database GISAID terkait informasi virus di Indonesia.”


”Hingga hari ini, Indonesia punya 33 genome sequence yang di-submit di GISAID,” sambungnya. “Kita hanya punya 21 karakter genome sequencing yang sudah selesai (diteliti).”

Tri mengatakan Unair telah ikut menyumbang 6 jenis genom virus corona ke GISAID. Menurutnya, genome sequencing merupakan faktor yang sangat penting untuk penelitian menyeluruh yang berujung pembuatan vaksin. Adapun target yang harus diselesaikan adalah dengan meneliti 100 genom untuk mengembangkan vaksin.

Namun, target tersebut diakui Tri akan memakan waktu yang cukup lama. Apalagi, saat ini sampel yang dikumpulkan masih memunculkan kemungkinan adanya virus yang masih perlu menjalani proses pengkulturan supaya dapat tumbuh dan diteliti.

Virus penyebab virus corona sendiri dijelaskan terdiri dari tiga tipe, yakni tipe S, tipe G, dan tipe V. Selain ketiga tipe itu, strain COVID-19 juga digolongkan sebagai tipe O, singkatan dari others atau lain-lain.

”Jadi kita bisa tahu tipe, mutasi, dan dasar virusnya karena banyak mutasi virus yang terjadi. Banyak isu yang muncul soal itu,” papar Tri. “Dengan meneliti genom ini, kita bisa tahu mutasi virus dan perubahan asam amino pada virus.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait