Tidak hanya Novel Baswedan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melaporkan ada penyidik dan sejumlah pegawai lainnya yang terinfeksi virus corona di lingkungan kantor.
- Ruth Meliana
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:43 WIB
WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melaporkan sejumlah kasus penularan virus corona yang terjadi di lingkungan kantor mereka. Novel Baswedan menjadi salah satu penyidik yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19).
Selain Novel, KPK juga melaporkan ada tiga penyidik lainnya yang terinfeksi COVID-19. Ketiganya bersama dengan Novel merupakan pegawai di bagian Direktorat Penyidikan KPK.
KPK tidak hanya melaporkan 4 pegawainya saja yang terkena virus corona, namun ada enam lainnya yang juga positif COVID-19. Keenamnya merupakan nonpegawai di Biro Umum. Dengan ini, total ada tambahan 10 pegawai KPK yang positif COVID-19.
”Dari hasil swab beberapa pegawai KPK, per hari ini telah diperoleh informasi ada 10 pegawai yang terpapar virus COVID-19,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri seperti dilansir dari Detik, Jumat (28/8). “Terdiri atas pegawai di Direktorat Penyidikan empat orang.”
Ali menjelaskan jika laporan terbaru ini merupakan hasil dari swab test yang telah dilakukan oleh KPK. Seluruh pegawai yang terinfeksi virus corona sekarang disebutkan Ali sedang menjalani isolasi mandiri.
“KPK telah mengambil langkah terhadap para pegawai yang telah terkonfirmasi positif dengan dilakukan isolasi mandiri,” jelas Ali. “Dan telah dalam pemantauan layanan kesehatan tempat tinggal terdekat.”
Sebelumnya, Novel Baswedan telah menjadi mengagetkan publik dengan pengumumannya yang mengatakan dirinya positif COVID-19. Meski demikian, Novel mengaku kondisinya saat ini baik-baik saja dan hanya sempat mengalami gejala demam pekan lalu.
”Sebetulnya begini, 3 pekan lalu saya demam, 3 pekan ya, dan kemudian saya ada menyertai demam itu batuk,” jelas Novel. “Biasanya kalau saya batuk itu sebulan, dan ketika swab kemarin masih ada batuk sedikit, masih ada lendir sedikit, mungkin itu ter-capture corona atau corona beneran nggak tahu.”
(wk/lian)