Kasus perceraian di Indonesia dilaporkan melonjak selama pandemi corona. Kementerian Agama (Kemenag) lantas mengingatkan pasutri untuk rajin beribadah.
- Ruth Meliana
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 18:37 WIB
WowKeren - Angka perceraian di Indonesia dilaporkan mengalami lonjakan selama pandemi virus corona (COVID-19). Menanggapi hal tersebut, Kementerian Agama (Kemenag) lantas memberikan saran untuk menekan angka perceraian di Tanah Air.
Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Muharam Marzuki menyarankan pasangan suami-istri untuk mulai memperbanyak ibadah. Salah satunya adalah dengan sering mengaji.
Menurut Muharam, kegiatan hingga aktivitas masyarakat memang menjadi terganggu selama pandemi virus corona berlangsung lantaran dibatasi. Hal tersebut dinilai Muharam memicu perceraian karena hubungan rumah tangga menjadi jenuh dan berujung tidak harmonis.
Oleh sebab itu, pasutri disarankan untuk rajin melakukan kegiatan ibadah demi meminimalisir kemungkinan terjadinya kejenuhan yang berujung perceraian. Adapun kegiatan ibadah yang dilakukan bisa dilakukan di rumah bersama-sama keluarga.
”Misalnya dengan lebih rutin beribadah berjamaah bersama keluarga di rumah, membaca Al-Qur'an bersama, mengkaji agama, dan sebagainya,” kata Muharam lewat keterangan tertulis seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (28/8). “Komunikasi yang baik dan penguatan faktor agama akan memperkuat ketahanan keluarga.”
Tidak hanya faktor kejenuhan saja, Muharam menyebut jika faktor ekonomi juga bisa memicu terjadinya perceraian. Terlebih, pandemi saat ini telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan mereka sehingga berdampak pada penghasilan keluarga.
Oleh sebab itu, Kemenag terus berupaya untuk menekan angka perceraian di Tanah Air dengan menyediakan layanan bimbingan perkawinan (bimwin). Program bimwin tidak hanya ditujukan bagi masyarakat yang akan mendaftarkan nikah di KUA, namun juga demi mempersiapkan mental pasangan dalam menjalani hubungan rumah tangga.
”Tujuannya agar masyarakat memiliki kesiapan mental dalam menjalani kehidupan berumah tangga,” jelas Muharam. “Sebab tantangan kehidupan berumah tangga memang tidak mudah.”
(wk/lian)