Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan saran mengenai formasi bersepeda yang aman selama pandemi virus corona. Dari berbaris hingga zig-zag saat naik sepeda.
- Ruth Meliana
- Jumat, 28 Agustus 2020 - 19:49 WIB
WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memberikan saran mengenai cara bersepeda yang aman. Selama pandemi, aktivitas bersepeda memang telah meningkat drastis.
Bahkan, banyak masyarakat yang sering melakukan aktivitas olahraga beramai-ramai atau berkelompok. Kondisi ini tentunya harus diimbangi dengan protokol kesehatan COVID-19 yang baik demi menghindari penularan virus corona.
Dokter muda sekaligus Tim Pakar Satgas COVID-19, dr Yudi Reza Phallapi lantas mengingatkan menjaga jarak selama bersepeda dalam jumlah banyak. Selain itu, ia juga mengingatkan sebaiknya konvoi bersepeda dibatasi dalam kelompok kecil berjumlah 6 orang.
”Dengan adanya pandemi, kita batasi,” ujar Yudi dalam diskusi di YouTube BNPB, Jumat (28/8). “Konvoi disarankan maksimal kelompok kecil 6 orang, dan kelompok besar 30 orang yang dibagi 5 grup kecil.”
Lebih lanjut Yudi mengatakan konvoi sepeda juga harus menggunakan formasi yang baik. Diantaranya adalah dengan barisan yang tidak sejajar. Ia menyarankan pesepeda atau kelompok konvoi lainnya agar membuat formasi zig-zag demi meminimalisasi terkena droplet dari orang di depannya.
Yudi menjelaskan jika orang yang naik sepeda di depan dan belakang harus kerap zig-zag agar menghindari potensi menghirup droplet COVID-19. Pasalnya dengan melakukan zig-zag, maka droplet berpotensi terhindar ke arah lain.
Orang yang naik sepeda juga diingatkan Yudi untuk tetap menjaga etika dan protokol saat akan batuk maupun bersin. Hal tersebut dilakukan dengan memeriksakan diri jika badan sudah merasa tidak enak dan jangan meludah sembarangan.
”Kalau sudah bersepeda dan merasakan gejala COVID, langsung periksa,” jelas Yudi. “Dan kadang-kadang kalau sepeda terlalu berat batuk, terapkan etika bersin dan batuk. Usahakan tutup mulut dan jangan meludah sembarangan.”
Terakhir, Yudi juga meyarankan orang yang ingin bersepeda ramai-ramai sebaiknya dengan kelurga yang tinggal satu rumah. Selain itu, rekan sekantor yang tempat duduknya lebih berdekatan juga lebih dianjurkan karena lebih sering berinteraksi setiap hari. Orang-orang yang dekat dinilai lebih dipercaya soal kesehatan ketimbang yang tidak.
”Orang-orang yang bisa kita ajak yang kita yakini sehat dan sekitar kita,” pesan Yudi. “Misal satu tempat tinggal atau satu tempat kerja. Ini orang yang kita tahu, jangan sampai lingkaran terlalu besar.”
(wk/lian)