Kini Peringkat 1 di ASEAN, RI Bisa Jadi Produsen Panas Bumi Terbesar Dunia
Pixabay
Nasional

Kendati demikian, untuk kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia masih tertinggal jauh di ASEAN. Begitu juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

WowKeren - Indonesia rupanya memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar. Salah satunya adalah panas bumi atau geothermal. Energi yang satu ini tersedia banyak bahkan Kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Indonesia saat ini sudah mencapai 2,1 Gigawatt.

Jumlah yang melimpah ini menjadikan Indonesia sebagai produsen panas bumi nomor 1 di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan di tingkat dunia, posisi Indonesia hanya satu tingkat berada di bawah Amerika Serikat yang menduduki peringkat pertama. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin.

"Kita ketahui di sini bahwa pembangkit listrik tenaga panas bumi kapasitas di Indonesia ini sekarang ini 2,1 Gigawatt," kata Ida saat webinar yang diselenggarakan dan ditayangkan di Youtube Katadata, Jumat (28/8). "Kita ini peringkat 1 di ASEAN dan nomor 2 di dunia setelah Amerika."

Kendati demikian, untuk kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia masih tertinggal jauh di ASEAN. Begitu juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).


Namun PLTB kini sudah mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini didukung dengan pembangunan PLTB di Tolo dan Sidrap.

"Pembangkit Listrik Tenaga Bayu mulai signifikan dengan adanya pembangunan di Tolo dan Sidrap yang diresmikan Pak Presiden," jelas Ida. "Namun, total kapasitasnya juga masih tertinggal dibandingkan Thailand, Filipina, Vietnam."

Namun yang jelas, pemerintah akan terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan di Indonesia. Hal ini sebagai bentuk komitmen untuk mengurangi gas efek rumah kaca hingga 314 juta ton CO2 ekuivalen di tahun 2030.

Ida pun optimis jika Indonesia bisa menjadi peringkat satu di dunia dalam pengembangan panas bumi ini. Ia menargetkan pengembangan geothermal di RI bisa mencapai 8.000 megawatt pada 2030. "Kalau kita bisa kembangkan itu saya yakini kita berada nomor satu di dunia," ujar Ida.

Mayoritas potensi panas bumi tersimpan di hutan konservasi. "Oleh sebab itu, perlu kerja sama antar lembaga dan kementerian terkait.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait