Jawa Timur telah menjadi provinsi kedua penyumbang kasus virus corona tertinggi di Indonesia. Ratusan perawat dinyatakan positif COVID-19 dan 2 diantaranya gugur.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 29 Agustus 2020 - 19:58 WIB
WowKeren - Kasus penyebaran virus corona di Tanah Air masih terus meningkat secara signifikan setiap harinya. Bahkan pada Santu (29/8), Indonesia kembali memecahkan rekor penambahan kasus COVID-19 tertinggi dalam sehari yang berjumlah 3.308 orang.
Dengan tambahan tersebut, Indonesia telah mencatat total 169.195 pasien sejak virus corona pertama merebak pada awal Maret lalu. Salah satu provinsi yang menjadi penyumbang kasus COVID-19 tertinggi di Tanah Air adalah Jawa Timur.
Pemerintah Provisi (Pemprov) Jawa Timur turut merilis data perawat yang terinfeksi virus corona saat bekerja di garda depan. Sebanyak 789 perawat di Jatim telah terpapar COVID-19 saat merawat pasien virus corona di ruang isolasi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 24 perawat telah meninggal dunia. Sembilan perawat yang telah gugur disebutkan berasal dari Kota Surabaya.
Kemudian 3 orang dari Sidoarjo, 2 orang masing-masing dari Tuban dan Bojonegoro. Sedangkan Kota Malang, Sampang, Kota Probolinggo, Bangkalan, Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Sumenep masing-masing melaporkan satu perawat meninggal karena COVID-19.
”Data hingga 28 Agustus 2020,” kata Ketua DPW Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jatim, Prof Nursalam Mnurs seperti dilansir dari Detik di Surabaya, Sabtu (29/8). “Ada 789 yang positif COVID-19.”
“Surabaya ada 9, Sidoarjo 3 orang, Tuban ada 2, Bojonegoro 2,” sambungnya. “Dan masing-masing 1 dari Kota Malang, Sampang, Kota Probolinggo, Bangkalan, Gresik, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang dan Sumenep.”
Nursalam turut menyampaikan jika pemerintah telah memberikan santunan kepada 12 keluarga dari perawat yang meninggal dunia. Santunan tersebut diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Sementara santunan dari DPW PPNI Jatim sudah diberikan ke 24 keluarga. “Santunan dari Kemenkes dan DPP PPNI yang sudah diberikan ada 12 keluarga,” pungkasnya.
(wk/lian)