Dikira DBD, Pasutri di Sragen Meninggal Karena COVID-19
Nasional

Sepasang suami istri di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen, meninggal dunia akibat virus corona (COVID-19) setelah sebelumnya didiagnosa terkena demam berdarah (DBD).

WowKeren - Sepasang suami istri di Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang, Sragen, meninggal dunia akibat virus corona (COVID-19). Mereka adalah seorang kakek berinisial S (78), yang meninggal dunia di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Direktur RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, mengatakan S meninggal pada Minggu (30/8) tadi pukul 05.00 WIB dengan comorbid komplikasi stroke, diabetes militus, dan gagal ginjal kronis. Kepala Puskesmas Karangmalang Sragen, Haris Almaca, menerangkan awalnya S bersama istrinya, L (73) sakit yang dicurigai demam berdarah dengue (DBD).

"Kemudian pada Sabtu (22/8), Ny L meninggal dunia tanpa dilakukan swab test. Kemudian pada Senin (24/8), simbah S itu kontrol kesehatan ke rumah sakit swasta dan dilakukan rapid test ternyata hasilnya reaktif," ujar Didik. "Kemudian pada Selasa (25/8), S menjalani swab test di Technopark Sragen. Lalu Pada Kamis (27/8) hasil swab test positif. Lalu S diisolasi mandiri di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Lalu pada Minggu (30/8), S meninggal dunia."


Di lain sisi, Bayan I Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Jatmiko, mengatakan saat dicurigai DBD, desa setempat langsung melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan sekitar S. Pada saat itu ditemukan banyak jentik nyamuk di lingkungan ruma S.

"Si mbah kakung (S) sempat dibawa ke RS swasta dan reaktif dari rapid test. Kemudian di-swab dan kemudian masuk RSUD Sragen," terang Jatmiko. "Setelah diketahui positif itulah kemudian dilakukan tracing kontak erat. Ada 11 orang warga yang menjalani swab test. Sambil menunggu hasilnya, lingkungan di sekitar rumah S dibatasi. Jalan masuk ke lingkungan itu juga sementara ditutup sambil menunggu hasil swab test itu."

Sebelumnya, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Zubairi Djoerban telah memperingatkan bahwa sejumlah gejala COVID-19 memiliki kemiripan dengan gejala pasien DBD. Zubairi menyatakan bahwa kesamaan gejala ini bisa menjadi kendala dalam melakukan diagnosis awal terhadap pasien. "Jadi kesamaannya ada demam, pegel linu, trombosit rendah, leukosit rendah, itu yang bisa menjadi kendala," ungkap Zubairi dilansir Republika, Senin (6/7).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait