Imbas klaster penyebaran virus corona di sebuah warung soto Lamongan Yogyakarta, satu RT terpaksa di lockdown demi menekan laju penyebaran COVID-19.
- Ruth Meliana
- Selasa, 01 September 2020 - 12:59 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta telah melaporkan adanya klaster penyebaran virus corona di sebuah warung soto Lamongan yang terletak di XT Square pada Senin (31/8) kemarin. Setidaknya sebanyak 10 orang yang merupakan karyawan hingga keluarga warung soto tersebut dinyatakan positif terinfeksi COVID-19.
Imbas dari klaster tersebut, kini satu rukun tetangga (RT) di Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta langsung menerapkan karantina wilayah atau lockdown. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat tinggal pedagang soto Lamongan yang positif COVID-19.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Purwanto. Ia menjelaskan jika kebijakan lockdown itu sendiri merupakan ide dari masyarakat RT di Kecamatan Umbulharjo itu sendiri.
“Pihak RT setempat yang menentukan (lockdown) bersama pak lurah dan camat karena satu RT ada 10 orang positif,” jelas Heroe saat ditemui di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Senin (31/8). “Itu untuk antisipasi, untuk membatasi interaksi.”
Sementara itu, Camat Umbulharjo yang bernama Rumpis Trimintarta turut mengkonfirmasi jika satu RT di wilayahnya menerapkan lockdown lokal. Rumpis menjelaskan kebijakan tersebut merupakan hasil keputusan bersama oleh lurah, ketua RW, dan ketua RT demi mencegah penularan virus corona dari klaster soto semakin meluas.
“Bisa dikatakan lockdown lokal agar mempermudah pengawasan,” jelas Rumpis. “Kalau lockdown total ndak, karena kemarin sebelum lebaran juga sudah melakukan penutupan.”
Rumpis juga turut menjelaskan mengenai nasib 10 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Saat ini, mereka semua sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.
Alasan 10 orang positif COVID-19 yang tinggal di wilayah tersebut diisolasi mandiri lantaran mereka semua sama sekali tidak menunjukkan gejala atau OTG (orang tanpa gejala). Petugas kesehatan dari puskesmas setemapat juga secara berkala masih mengecek dan memantau kesehatan mereka.
”10 orang isolasi di rumah karena OTG penanganannya isolasi mandiri,” terang Rumpis. “Mereka semua dipantau oleh petugas puskesmas.”
(wk/lian)