Di sisi lain, Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Pusat, dr Lia G Partakusuma, mengakui bahwa beberapa RS rujukan COVID-19 di Jakarta kini mulai terisi penuh.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 01 September 2020 - 16:41 WIB
WowKeren - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, menyebut bahwa angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate / BOR) di rumah sakit corona di DKI Jakarta sudah tidak ideal. Menurut Wiku, DKI Jakarta memiliki 67 rumah sakit rujukan COVID-19 dan 170 rumah sakit yang menangani pasien virus corona. Adapun BOR di rumah sakit tersebut kini berada di kisaran 70 persen, baik untuk ruang isolasi maupun ICU.
"Kalau kita lihat kondisinya pada saat ini, angka keterpakaian tempat tidur di ruang isolasi adalah 69 persen pada saat ini. Sedangkan angka keterpakaian tempat tidur di ICU yaitu 77 persen," tutur Wiku pada Senin (31/8). "Kondisi ini memang kondisi tidak idel."
Meski demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir menegaskan bahwa rumah sakit yang menangani COVID-19 di Indonesia masih cukup untuk menampung pasien. Menurut Abdul, BOR rumah sakit COVID-19 di Indonesia saat ini baru mencapai 42,3 persen.
"Kapasitas ini untuk sementara dianggap cukup," terang Abdul dalam diskusi virtual pada Selasa (1/9) hari ini. "Dan angka okupansi atau bed occupancy rate sampai sekarang ini di rumah sakit baru mencapai 42,3 persen."
Lebih lanjut, Abdul menegaskan bahwa isu rumah sakit COVID-19 di Indonesia sudah terisi penuh adalah tidak benar. "Sehingga dengan demikian tidak benar institusi yang mengatakan bahwa rumah sakit semuanya penuh. Itu semua adalah hoaks sebenarnya," tegas Abdul.
Abdul mengungkapkan bahwa ada 839 rumah sakit di seluruh Indonesia yang memberikan layanan bagi pasien COVID-19. Ratusan rumah sakit tersebut terdiri atas 132 rumah sakit rujukan nasional dan 707 rumah sakit COVID-19 rujukan daerah.
Pihak Kemenkes pun mengklaim bahwa kapasitas rumah sakit masih cukup untuk menampung pasien COVID-19. "Kenapa? Karena data yang masuk ke kami setiap harinya sebagai Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan adalah bahwa tingkat okupansi rumah sakit dengan pasien COVID-19 ini baru mencapai 42,3 persen," jelas Abdul.
Di sisi lain, Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Pusat, dr Lia G Partakusuma, mengakui bahwa beberapa RS rujukan COVID-19 di Jakarta kini mulai terisi penuh. Menurut Lia, hal tersebut tak hanya terjadi di Jakarta, namun juga di wilayah yang jumlah kasus coronanya mengalami peningkatan.
Oleh sebab itu, Lia pun berpesan agar masyarakat tak lalai menerapkan protokol kesehatan sehingga pasien yang harus dirawat di rumah sakit tidak bertambah banyak. "Jadi memang berharap masyarakat hati-hati betul, jangan sampai melalauikan protokol kesehatan," pungkas Lia dilansir Kompas.com.
(wk/Bert)