Nama yang tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditemukan di video penggerebekan markas ISIS di Yaman tersebut adalah Syamsul Hadi Anwar. Namun penelusuran Kemendagri menemukan fakta lain.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 01 September 2020 - 20:14 WIB
WowKeren - Kartu Tanda Penduduk (KTP) seorang warga Mojokerto viral di media sosial karena ditemukan dalam video penggerebekan markas ISIS di Yaman. Nama yang tercantum dalam KTP tersebut adalah Syamsul Hadi Anwar.
Kekinian, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh memastikan bahwa KTP dalam video tersebut adalah palsu. Pasalnya, nomor induk kependudukan (NIK) dalam KTP tersebut tak terdaftar atas nama Syamsul Hadi Anwar seperti yang tercantum.
"NIK yang dipakai oleh KTP yang berangkat ke sana itu tidak terdaftar di database kependudukan," jelas Zudan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (1/9) hari ini. Berdasarkan penelusuran Kemendagri, NIK tersebut telah dimiliki oleh WNI bernama Ridho Rahman Munanto.
Adapun pemilik NIK tersebut beralamat di Sidoarjo dan kini bertempat tinggal di Nganjuk, Jawa Timur. Padahal dalam video yang beredar, alamat yang tercantum di KTP tersebut adalah Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
"Kita sudah tugaskan Dukcapil Mojokerto untuk mendatangi rumah penduduk di alamat itu (KTP dalam video)," terang Zudan. "Ternyata alamat itu tidak sesuai dengan nama yang bersangkutan, rumah itu sudah kosong."
Lebih lanjut, Zudan juga mengungkapkan bahwa NIK tersebut telah menjadi milik Ridho pada tahun 2006 silam. Oleh sebab itu, pihak Kemendagri kembali memastikan bahwa KTP yang ditemukan di Yaman tersebut adalah palsu.
"Kalau dulu kan berlakunya lima tahun, sedangkan atas nama Ridho itu sudah dibuat sejak tahun 2006," pungkas Zudan. "Jadi NIK itu sudah dibuat sejak 2006."
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah buka suara terkait KTP yang ditemukan di markas ISIS tersebut. Menurut Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, uang rupiah dan KTP yang tampak dalam video penggerebekan tersebut merupakan indikator Foreign Terrorist Fighters (FTF) telah melakukan perpindahan tempat. Yang mana, perpindahan tempat ini disebabkan karena ISIS kalah di Suriah dan Irak.
(wk/Bert)