Salah satu contoh partikel yang dapat mempengaruhi bumi adalah lontaran massa corona atau coronal mass ejection (CME) yang partikelnya bisa menyebabkan gangguan pada geomagnet
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 02 September 2020 - 12:38 WIB
WowKeren - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mewaspadai sejumlah cuaca antariksa. Kepala Pusat Sains Antartika LAPAN Clara Y. Yatini menyebut jika cuaca antariksa bisa mempengaruhi bumi.
"Karena cuaca antariksa itu juga suatu fenomena astronomis yang sangat mempunyai pengaruh dampak yang cukup signifikan," kata Clara dilansir Antara, Rabu (2/9). "Terhadap sistem teknologi yang berbasis antariksa dan ground segment di ruas bumi."
Penting bagi LAPAN untuk memperhatikan cuaca antariksa yang berasal dari matahari. Sebab, ada kalanya matahari sebagai bintang yang menjadi pusat tata surya tersebut melontarkan partikel yang akan mempengaruhi bumi.
Salah satu contoh partikel yang dapat mempengaruhi bumi adalah lontaran massa corona atau coronal mass ejection (CME). Partikel tersebut bisa menyebabkan gangguan pada geomagnet jika sampai ke bumi. Kondisi ini akan berimbas pada hasil pengukuran medan magnet bumi.
CME bukan satu-satunya cuaca antariksa yang bisa memberikan dampak signifikan ke bumi. Ada lagi yang namanya solar flares atau semburan matahari. Fenomena ini mampu melontarkan radiasi energi tinggi yang bisa berpengaruh terhadap komunikasi.
Lalu ada lagi yang namanya bintik matahari. Meskipun fenomena ini tidak memberikan pengaruh langsung ke bumi namun bintik matahari bisa berkaitan erat dengan solar flame.
"Apabila di atasnya kemudian terjadi ledakan, maka akan berpengaruh terhadap kondisi antariksa yang ada di atas bumi," kata Clara. Sehingga hal ini juga perlu diwaspadai.
Semburan partikel atau pun radiasi matahari dapat memberikan dampak pada satelit. Satelit, dikatakannya, akan mendapat pengaruh signifikan karena akan mengalami hambatan yang lebih besar apabila ada partikel-partikel dari matahari.
Tak hanya itu, pesawat pun juga bukan tidak mungkin akan terkena imbas cuaca antariksa yang berasal dari matahari ini. "Kemudian, ada juga gangguan gelombang radio, sintilasi dan bisa juga ada radiasi terhadap penumpang pesawat," katanya.
Untuk itu, LAPAN tengah melakukan penelitian terkait pengaruh radiasi partikel terhadap penumpang pesawat. "Terutama yang melewati kutub," imbuhnya.
(wk/zodi)