Positivity rate adalah persentase kasus positif dibanding jumlah tes corona. Menurut anggota Tim Pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, positivity rate Indonesia di bulan Agustus terus meningkat.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 02 September 2020 - 16:56 WIB
WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data terkait positivity rate di Indonesia. Diketahui, positivity rate adalah persentase kasus positif dibanding jumlah tes corona.
Menurut anggota Tim Pakar Satgas COVID-19, Dewi Nur Aisyah, positivity rate Indonesia di bulan Agustus terus meningkat. Padahal data positivity rate di bulan Juni hingga Juli fluktuatif.
Naik dari bulan Juni dan Juli, angka positivity rate selama bulan Agustus lalu mencapai 15,43 persen. "Secara keseluruhan positivity rate di Indonesia rata-ratanya 16,17 persen," ungkap Dewi di BNPB pada Rabu (2/9).
Dengan demikian, positivity rate di Indonesia masih jauh di atas standar aman yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu di bawah 5 persen. "Target kita sampai standar WHO kurang dari 5 persen," ujar Dewi.
Menurut Dewi, penularan COVID-19 masih terjadi di Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa data positivity rate Indonesia ini berasal dari pasien yang merasa punya gejala dan memeriksakan diri di rumah sakit.
"Dan kita harus juga pahami positivity rate berasal dari pasien yang datang ke RS. Orang yang datang ke RS 60 persen dari data ini," jelas Dewi. "Di beberapa daerah baru lakukan active case finding."
Lebih lanjut, Dewi juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Kesehatan (Dinkes) bergerak melakukan contact tracing usai kasus positif ditemukan. Sehingga kemungkinan ditemukannya kasus positif corona lain juga lebih tinggi.
"Kebanyakan orang positif ini berasal dari contact tracing, ini lebih tinggi risiko positifnya," ujar Dewi. "Ditelusuri keluarganya, teman kantornya atau dia jalan ke mana. Ini pasti lebih tinggi dibanding screening di pasar dan mal."
Di sisi lain, Dewi juga sempat mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 di Indonesia meningkat 32,9 persen dalam sepekan terakhir. Pada pekan ketiga bulan Agustus tercatat ada 14.019 kasus positif COVID-19. Angka tersebut melonjak tajam di pekan keempat menjadi 18.638 kasus.
(wk/Bert)