Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan Effendi Buhing akhirnya menceritakan bagaimana detik-detik peristiwa dirinya diseret dan ditangkap oleh polisi layaknya seorang teroris.
- Ruth Meliana
- Kamis, 03 September 2020 - 13:46 WIB
WowKeren - Penangkapan Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan, Effendi Buhing di Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu telah menghebohkan media sosial. Pasalnya dalam video yang beredar, terlihat polisi menangkap Effendi seperti teroris, dimana dirinya diseret dan dibawa pergi dengan paksa tanpa surat pemanggilan.
Padahal, permasalahan yang terjadi diduga berkaitan dengan konflik lahan antara masyarakat adat dan PT Sawit Mandiri Lestari. Buhing kini sudah dibebaskan dan dirinya menceritakan kembali detik-detik penangkapannya yang sangat mencekam tersebut.
Buhing menjelaskan kejadian penangkapannya itu terjadi sekitar pukul 14.11 WIB. Saat itu, ia mengaku sedang beristirahat di teras halaman rumahnya. Tak disangka, tiba-tiba datang rombongan polisi yang masuk ke kampungnya.
Rombongan polisi itu disebutkan datang dengan menggunakan sekitar 7 mobil. Buhing menceritakan sebagian polisi berpakaian seperti preman dan sebagian lainnya seperti petugas Densus 88 lengkap dengan senapan laras panjang mereka. Semuanya
”Sekitar tujuh mobilnya,” kata Buhing dalam program “Mata Najwa”, Rabu (2/9). “Turun aparat keamanan yang pakaian preman, berpakaian lengkap pakai laras panjang itu.”
Polisi tersebut kemudian langsung menghampiri rumahnya dan menunjukkan surat perintah penangkapan. Ia mengaku kaget karena tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka pencurian gergaji pohon milik PT Sawit Mandiri Lestari.
Penangkapannya yang tiba-tiba itu membuatnya kaget. Buhing pun mengaku ia langsung menolak sehingga terjadi insiden penyeretan seperti video yang beredar di media sosial sebelumnya.
Keluarganya dan warga setempat pun sempat melawan aksi polisi yang semena-mena tersebut. Namun, mereka tidak kuasa mencegah Buhing diseret ke dalam mobil dan dibawa ke Markas Polda Kalimantan Tengah.
”Saya menolak karena sebelumnya saya tidak pernah diperiksa, dipanggil, tahu-tahu sudah ada penangkapan,” jelas Buhing. “Sehingga terjadi ya, ditarik-tarik seperti itu.”
Dalam kesempatan ini, Buhing turut mengutarakan isi hatinya. Ia mengaku sangat sakit hati akibat penangkapan tersebut lantaran diperlakukan dengan begitu kasar layaknya teroris. Terlebih, ia menilai permasalahannya tersebut hanyalah karena kesalahpahaman.
”Saya mengatakan itu miskomunikasi,” ungkap Buhing. “Sebenarnya hati saya sakit. Saya diperlakukan sangat kasar, saya anggap seperti teroris.”
(wk/lian)