Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro menyebut 10 juta di antaranya merupakan lapangan kerja yang selama ini belum pernah ada
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 04 September 2020 - 13:27 WIB
WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro berbicara mengenai dampak revolusi industri 4.0 bagi dunia lapangan kerja di Indonesia. Ia tidak menampik jika revolusi itu akan membuat banyak pekerja terdampak.
Kendati demikian, di waktu yang bersamaan, revolusi ini juga akan melahirkan puluhan juta lapangan kerja baru. "Memang di dalam revolusi industri 4.0 terjadi job loss. Namun secara bersamaan ada new jobs ada peluang 46 juta pekerjaan baru," ujar Bambang melalui kanal Youtube Kemenristek/Brin, Kamis (3/9).
Bahkan 10 juta di antaranya merupakan jenis lapangan kerja baru yang selama ini belum pernah ada. Ia mencontohkan data scientist. Orang yang bekerja pada bidang ini bertugas untuk melakukan analisa data. Nantinya, profesi ini akan banyak dibutuhkan di berbagai sektor.
"Sekarang muncul data scientist. Orang yang bekerja untuk data analisis, orang yang paham data dan menganalisa big data," ujar Bambang. Beberapa sektor yang memerlukan keberadaan data scientist adalah manufaktur, kesehatan, konstruksi, hingga ritel.
Hadirnya revolusi industri 4.0 dikatakannya bisa membuat pekerjaan tertangani lebih cepat. Misalnya saja dalam proyek pembangunan gedung.
"Yang paling unik ini sekarang di konstruksi dan manufaktur di revolusi 4.0," ujar Bambang. "Yang membuat pembangunan gedung misalnya bisa dikerjakan dalam hitungan minggu, tidak lagi hitungan tahun."
Berbicara mengenai praktek konstruksi dan manufaktur, ia kemudian mencontohkan pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura yang diresmikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Perakitan jembatan ini dilakukan di Pulau Jawa sebelum akhirnya diusung ke Papua.
"Jadi jembatan Holtekamp itu dimanufaktur atau dirakit di pabrik di Jawa, lalu dibawa dengan kapal ke Papua, lalu langsung dipasangkan," tutur Bambang. "Jadi semacam lego, dimanufaktur pabrik dan nanti tinggal ditempel."
Lebih jauh, ia berharap Indonesia bisa menyiapkan SDM untuk menyambut revolusi industri 4.0. Misalnya dengan mengarahkan mahasiswa pada bidang studi yang dibutuhkan.
(wk/zodi)