Waspada! Sembarangan Buang Sim Card Bekas Bisa Jadi Celah Bobol Rekening
Pixabay
Nasional

Oleh sebab itu sebelum pengguna membuang nomor maka layanan perbankan seperti mobile banking maupun internet banking sebaiknya sudah dialihkan ke nomor yang baru.

WowKeren - Di era digital seperti sekarang ini, data memainkan peranan yang penting dalam keseharian seseorang. Berbagai macam akses bisa didapatkan dengan mudah hanya dengan melalui data.

Tak terkecuali data nomor ponsel. Siapa sangka jika nomor ponsel yang sudah tidak digunakan bisa menjadi peluang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk mengakses layanan perbankan milik orang lain.

Oleh sebab itu, ahli perbankan menyarankan pengguna untuk memastikan telah mengganti atau mengalihkan layanan perbankan mereka ke nomor yang baru sebelum membuang nomor yang lama. Para pelaku yang berniat membobol bank akan akan mengecek secara acak nomor yang tidak terpakai tersebut.

Hal ini bisa jadi membahayakan manakala nomor ponsel yang sudah dibuang tersebut ternyata masih tercatat aktif untuk aktivitas perbankan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Peneliti Keamanan Siber Communication Information System Security Research Center Pratama Persadha.


Pembobol akan berupaya mencari nomor tersebut atau membuatnya dari nomor pasca bayar. "Setelah dapat, mereka bisa mencoba satu persatu dengan menebak password maupun PIN," ujar Pratama dilansir Katadata, Sabtu (5/9).

Oleh sebab itu sebelum pengguna membuang nomor maka layanan perbankan seperti mobile banking maupun internet banking sebaiknya sudah dialihkan. Begitu halnya dengan akun media sosial ataupun marketplace.

"Pastikan juga akun-akun media sosial dan platform marketplace sudah tidak menggunakan nomor yang lama," ujarnya menambahkan. "Karena berpotensi dijebol pihak lain bila tidak diganti."

Sebab terkadang, pengguna yang sudah ganti nomor tidak menyadari jika nomor ponselnya yang lama masih terhubung dengan berbagai layanan perbankan. "Sehingga siapapun yang memiliki akses ke nomor ponselnya akan mendapatkan akses menyetujui transaksi perbankan," kata pakar keamanan siber di Vaksincom Alfons Tanujaya masih dilansir Katadata.

Sementara itu, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pembobolan layanan perbankan bisa disebabkan karena kecerobohan pengguna. "Kalau dia gunakan password lalu ada yang menggunakan lagi nomor ponsel lama, dan ternyata password aplikasi mobile banking mudah, itu akan jebol," ujarnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait