Kasus kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta mencapai total 1.318 pasien dengan tingkat kematian 2,8 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1 persen.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 08 September 2020 - 08:24 WIB
WowKeren - Jumlah liang lahat yang tersedia untuk jenazah virus corona (COVID-19) di tempat pemakaman umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, semakin menipis. Per Sabtu (5/9), tinggal tersisa 1.100 liang lahat dan diprediksi hanya akan bisa menampung jenazah hingga dua bulan ke depan.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun buka suara terkait hal ini. Anies meminta agar masyarakat tidak berspekulasi soal ketersediaan pemakaman jenazah COVID-19.
"Jangan spekulasi dulu seakan-akan tidak ada tempat lagi," terang Anies di Kompleks Balai Kota DKI, Senin (7/9). Ia mengaku bahwa pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut saat pandemi corona mulai masuk ke Indonesia pada Maret 2020 lalu.
"Jadi bukan sekarang, sejak Maret. Lokasi semua sudah disiapkan, jadi kita lihat perkembangan sesuai dengan kebutuhan," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut. "Insya Allah tidak akan ada kekurangan."
Sebelumnya, Komandan Regu TPU Pondok Ranggon, Nadi, mengungkapkan bahwa rata-rata ada 27 hingga 28 jenazah pasien COVID- 19 yang dimakamkan per harinya selama bulan Agustus 2020. "Tanggal 31 Agustus itu rekor selama saya bertugas sejak Maret, ada 36 jenazah," ungkap Nadi.
Sementara itu, jumlah kasus positif COVID-19 di Ibu Kota juga masih terus meningkat. Pada Senin (7/9) kemarin, Jakarta melaporkan 1.105 kasus COVID-19 baru.
Dengan demikian, jumlah kasus konfirmasi COVID-19 secara total di Jakarta hingga kini mencapai 47.796 kasus. Dari jumlah tersebut, total 35.431 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 74,1 persen.
Kemudian, kasus kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta mencapai total 1.318 pasien dengan tingkat kematian 2,8 persen. Angka tersebut masih lebih rendah dibanding dengan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1 persen.
Di tingkat nasional, tingkat kematian corona disebut telah menurun. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, tingkat kematian di Indonesia sebelumnya sempat mencapai 7 hingga 8 persen.
Menurutnya, tingkat kematian bisa menurun karena pelayanan medis di Indonesia terus disiagakan selama pandemi COVID-19 berlangsung. Selain itu, pemerintah juga memastikan jika fasilitas kesehatan di seluruh provinsi Indonesia selalu siap dalam merawat dan menampung pasien virus corona. Airlangga menegaskan jika pemerintah terus memastikan kesiapannya dalam menangani pandemi virus corona yang sudah berjalan lebih dari 6 bulan.
(wk/Bert)