Jika pemerintah memang berkomitmen untuk menangani pandemi maka sebaiknya tidak membuat kebijakan yang saling bertolak belakang seperti membuka bioskop dan mal.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 08 September 2020 - 16:45 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo alias Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk lebih fokus dalam menangani pandemi corona. Sebab kunci pemulihan ekonomi sangat bergantung dengan penanganan pandemi.
"Kesehatan yang baik menjadikan ekonomi kita baik," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna, Senin (7/9). "Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan COVID-19."
Epidemiolog Universitas Airlangga Surabaya Windhu Purnomo menilai hal ini menunjukkan jika kepala negara mulai menyadari pentingnya mengutamakan kesehatan masyarakat. "Baru sekarang ini pemerintah bilang fokus pada kesehatan, dan itu alhamdulillah, jadi kalau bahasanya orang itu, Pak Presiden mulai siuman, mulai sadar," kata Windhu dilansir CNN Indonesia, Selasa (8/9).
Kendati demikian, pemerintah dinilai perlu membuktikan komitmennya itu. Hal itu bisa dilakukan misalnya dengan menerapkan karantina wilayah sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
Menurutnya, pemerintah perlu membatasi aktivitas gerak masyarakat. Sebab, penularan virus sendiri banyak terjadi ketika orang-orang mulai mengabaikan aturan jaga jarak hingga berkumpul-kumpul.
"Kalau betul mau ke pertimbangan kesehatan, berarti semua batasi pergerakan," ujarnya menegaskan. "Terutama daerah zona merah oranye, testing, tracing, masif di seluruh daerah."
Ia mengingatkan jika pemerintah memang berkomitmen untuk menangani pandemi maka sebaiknya tidak membuat kebijakan yang saling bertolak belakang. Misalnya mengizinkan dibukanya tempat hiburan, pusat belanja, atau bahkan bioskop. Sebab jika langkah itu dilakukan maka akan menghambat upaya pemerintah menekan angka kasus karena alih-alih berkurang justru akan makin bertambah.
"Tapi pembukaan mal dan pusat belanja itu yang kontradiktif," tutur Windhu. "Nah, jangan begini, relaksasi aktivitas itu berpengaruh pada peningkatan kasus, semakin direnggangkan, kasus akan semakin banyak, makanya ini jangan kontradiktif."
Penanganan pandemi yang ditekankan pada sektor ekonomi akan lebih berbahaya. Bahkan pelonggaran ekonomi justru akan menghambat ekonomi itu sendiri. "Banyak negara yang memilih menjalankan ekonomi dulu, akhirnya jangankan ekonomi pulih, malah semakin berat dan terhambat," ungkap Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman masih dilansir CNN Indonesia.
(wk/zodi)