Kebijakan PSBB total memang hanya diterapkan di DKI Jakarta, namun rupanya dampaknya akan terasa sampai nasional. Bahkan ekonom meyakini kebijakan ini mendorong Indonesia ke jurang resesi.
- Elvariza Opita
- Kamis, 10 September 2020 - 12:42 WIB
WowKeren - Gubernur Anies Baswedan akhirnya menarik rem darurat usai DKI Jakarta mencatatkan perkembangan wabah yang mengkhawatirkan. Kebijakan ini jelas menuai pro dan kontra, apalagi bila mempertimbangkan sisi ekonominya.
Bahkan Ekonom Institute for Development of Economic and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira meyakini penerapan PSBB total di Ibu Kota akan membawa Indonesia jatuh dalam jurang resesi.
Bhima menuturkan, PSBB total di ibu kota akan menyebabkan kegiatan ekonomi terhenti, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kontribusi Jakarta sendiri terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan, yakni sekitar 17 sampai 18 persen.
"Imbasnya, dengan ada PSBB (total) ini, kuartal ketiga kita dipastikan akan masuk resesi," kata Bhima, Kamis (10/9). Ia mengaitkannya dengan aspek konsumsi yang selama ini menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia, yang bakal lumpuh sementara karena PSBB total.
Secara riil, dampaknya terutama dirasakan pada industri. Bhima menjelaskan, pendapatan ritel maupun sektor manufaktur akan mengalami penurunan secara drastis, setelah sempat tumbuh pada PSBB transisi beberapa bulan terakhir.
Bahkan Bhima tak ragu menyebut bahwa kontraksi ekonomi yang dialami Indonesia di Kuartal III 2020 mungkin akan jauh lebih dalam ketimbang prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani. Diketahui Sri Mulyani memperkirakan ekonomi Indonesia pada kuartal itu akan berkisar pada minus dua sampai nol persen.
"Itu sebelum ada PSBB yang ketat. Setelahnya, (kontraksi) akan lebih dalam," katanya tegas, seperti dilansir dari Republika.
Kendati demikian, Bhima mendukung dilaksanakannya PSBB total ini. Sebab pelonggaran aktivitas perekonomian akan percuma apabila wabah virus Corona malah kian merajalela.
Harapannya, bila PSBB total berjalan lancar, maka penyebaran COVID-19 akan terkendali sehingga ada kesempatan ekonomi untuk rebound. "Paling tidak kuartal pertama 2021 sudah di atas dua persen, jadi tidak sampai masuk ke depresi," pungkasnya.
PSBB total yang merupakan kebijakan "rem darurat" ini akan diterapkan oleh Anies Baswedan mulai Senin (14/9) pekan depan. Alhasil ada beberapa perubahan peraturan di Ibu Kota, seperti diulas di sini.
(wk/elva)