Kebakaran Terjadi di Bekas Ledakan Pelabuhan Beirut
Dunia

Gubernur Beirut meminta warga untuk menjauhi area pelabuhan demi keselamatan, juga memberi keleluasaan petugas pemadam kebakaran melakukan tugas mereka tanpa hambatan.

WowKeren - Kebakaran hebat terjadi di lokasi ledakan dekat pelabuhan Beirut, Lebanon, pada Kamis (10/9) waktu setempat. Insiden ini terjadi beberapa pekan setelah ledakan besar di lokasi yang sama dan memakan jiwa ratusan orang.

Dilansir dari CNN pada Jumat (11/9), Gubernur Beirut Marwan Abboud meminta warga untuk menjauhi area pelabuhan demi keselamatan, juga memberi keleluasaan petugas pemadam kebakaran melakukan tugas mereka tanpa hambatan.

Sayangnya hingga saat ini penyebab kebakaran belum diketahui, namun militer Lebanon mengatakan bahwa api berasal dari sebuah gudang tempat minyak dan ban disimpan di pasar bebas bea di pelabuhan itu.

Video yang diambil di tempat kejadian menunjukkan gudang yang dilalap api dan asap hitam besar membubung ke langit. Sejumlah penduduk Beirut membagikan video peristiwa itu di media sosial. Mereka mengungkapkan kekecewaan bahwa bencana lainnya sedang menimpa.


Hingga kini petugas masih berusaha memadamkan api. Helikopter dikerahkan ke lokasi guna membantu proses pemadaman. Pelabuhan Beirut yang merupakan jalur utama Lebanon dengan dunia luar nyaris lenyap dalam ledakan bulan lalu. Kota itu kini masih mengalami kerusakan.

Di sisi lain, Presiden Lebanon Michael Aoun telah menyatakan bahwa insiden ini disebabkan oleh meledaknya 2.750 ton amonium nitrat yang tersimpan di sebuah gudang di dekat pelabuhan selama lebih dari enam tahun. Bahan tersebut seharusnya dikirim ke Mozambik dari Georgia. Namun kapal tidak diizinkan meninggalkan Beirut karena belum membayar biaya pelabuhan.

Aoun juga menyebut total nilai kerugian akibat ledakan di Pelabuhan Beirut mencapai USD 15 miliar atau setara dengan Rp221 triliun. Selain itu, ledakan tersebut menewaskan 200 orang dengan ribuan warga yang terluka, menghancurkan area hingga radius 5 kilometer. Disebutkan pula sebanyak 300 ribu penduduk Libanon kehilangan tempat tinggal layak akibat hancur atau rusak berat terdampak ledakan.

Dua ledakan besar yang mengguncang Beirut terjadi di tengah krisis ekonomi dan pandemi COVID-19 yang menghimpit Lebanon. Warga Lebanon turun ke jalan-jalan untuk berunjuk rasa memprotes pemerintah selepas insiden ledakan terjadi.

Saat ini Lebanon tengah berjuang dari keterpurukan ekonomi. Mata uang negara itu kehilangan sekitar 70 persen nilainya sejak Oktober tahun lalu dan Bank Dunia memperkirakan setengah dari populasi penduduk Libanon akan jatuh miskin pada 2020.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait