Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon dilaporkan menjadi klaster penyebaran virus corona. Akibatnya, seluruh pegawai langsung di-swab usai banyak nakes positif COVID-19.
- Ruth Meliana
- Jumat, 11 September 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Klaster penyebaran virus corona kembali terjadi di rumah sakit. Kali ini, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon telah melaporkan 14 tenaga kesehatan (nakes) mereka positif terinfeksi COVID-19.
Banyaknya pegawai yang terinfeksi virus corona tersebut pertama terungkap saat RSKM melakukan tes swab massal secara berkala kepada pegawainya. Tes tersebut kerap dilakukan untuk mendeteksi penyebaran COVID-19.
Selain itu, pihak RSKM Cilegon mengakui jika tes virus corona secara berkala dilakukan demi memastikan kesehatan para pegawai beserta keluarga mereka. Jika sampai ditemukan ada pegawai yang positif, maka pihak RSKM akan langsung meminta pegawai tersebut melakukan isolasi mandiri.
”Kami informasikan bahwa RSKM secara berkala telah melakukan swab PCR kepada tenaga medis untuk identifikasi yang terpapar positif COVID,” kata Humas RSKM, Agus Wirawan dalam keterangan tertulisnya seperti dilansir dari Detik, Jumat (11/9). “Swab ini dilakukan secara rutin.”
”Hal ini untuk menjamin keselamatan karyawan, keluarga dan masyarakat,” sambungnya. “Yang terpapar langsung isolasi mandiri, sehingga rumah sakit aman dalam menangani pasien.”
Setelah ditemukan 14 pegawai positif virus corona, RSKM langsung melakukan sterilisasi di rumah sakit. Agus menjelaskan pihaknya juga langsung melakukan pelacakan kepada orang-orang yang diduga berkontak pada pasien COVID-19 tersebut. Hal ini demi mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.
Seluruh pihak yang diduga berkontak dengan pegawai yang positif COVID-19 langsung diminta melakukan swab test. Sementara itu, pelayanan rumah sakit di RSKM Cilegon dipastikan masih berjalan hingga saat ini.
”Berdasarkan hasil swab terdapat beberapa yang terpapar positif baik tenaga medis maupun non medis,” jelas Agus. “Penanganan yang positif dilakukan sesuai dengan protokol, sedangkan yang kontak langsung kami tracing dan swab PCR.”
”Hal ini juga sekaligus untuk implementasi aplikasi 'Lindungi Peduli' untuk kecepatan tracing dan tindakan,” lanjutnya. “Kami berharap setiap industri juga melakukan swab berkala untuk mengantisipasi meluasnya pandemic COVID-19.”
(wk/lian)