Belasan Orang Positif, Warung Makan di Semarang Jadi Klaster Baru COVID-19
Getty Images
Nasional

Terkait penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan corona warung itu sudah menyediakan tempat untuk mencuci tangan namun belum ada petugas yang mengarahkan.

WowKeren - Pemerintah Kota Semarang melaporkan adanya klaster baru penularan COVID-19. Adalah Warung Kepala Manyung Bu Fat, sebuah warung makan dimana terdapat 18 orang terpapar COVID-19.

Informasi ini pun sudah dikonfirmasi oleh Lurah Krobokan, Sarno. Sarno membenarkan ada 18 orang yang terpapar corona terkait klaster warung makan. Saat ini, para pasien tersebut tengah menjalani karantina di rumah dinas Wali Kota Semarang.

Sebagian dari mereka ada yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit. "Setelah positif 18 (corona), kemudian ditarik ke rumah dinas (dikarantina). Informasi kondisinya baik, yang di rumah sakit juga," kata Sarno, Jumat (11/9).

Untuk mencegah penularan lebih luas, sudah dilakukan penyemprotan pada warung tersebut. Saat ini, warung itu juga telah ditutup. Sementara itu, penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan di wilayah Krobokan.

"Penyemprotan ini untuk pencegahan karena di Krobokan meningkat. Perlu diadakan minimal sehari dua kali," kata Sarno melanjutkan. "Kita ada sistem Jogo Tonggo dan Kampung Candi Hebat."


Terkait penerapan protokol kesehatan, Sarno menyebut jika warung itu sudah menyediakan tempat untuk mencuci tangan. Namun sayangnya belum ada orang yang mengarahkan. Begitu juga dengan protokol jaga jarak yang menurutnya masih belum terlihat diterapkan di warung ini.

"Di warung Bu Fat sudah dilakukan (protokol kesehatan) tapi belum sempurna," ujar Sarno seperti dilansir detikcom, Jumat (11/9). "Belum ada petugas dan belum menunjukkan tempat duduk yang berjarak."

Informasi munculnya klaster baru ini juga dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moh Abdul Hakam. Ia menceritakan awalnya ada seorang karyawan yang dirawat di rumah sakit.

"Memang ada klaster baru Krobokan, kan tadinya mulus tidak ada kasus," kata Hakam. "Awalnya salah satu yang kerja di situ (warung Kepala Manyung Bu Fat) dirawat di rumah sakit."

Lalu usai mendapat hasil tes karyawan tersebut, pihak Puskesmas segera melakukan tracing. "Dan ketemu yang lainnya," sambungnya.

Ia pun mengimbau pengunjung dalam kurun waktu 14 hari yang pernah ke warung tersebut bisa memeriksakan diri ke Puskesmas. ""Jika menyodorkan diri ke Puskesmas akan di-swab," pungkasnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait