Trump menyebut Kim memberi rincian tentang bagaimana dia membunuh pamannya sendiri. Kim bahkan pernah menunjukkan kepala pamannya Jang Song Thaek setelah dia membunuhnya.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 12 September 2020 - 08:42 WIB
WowKeren - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pernah bercerita mengenai cara dia membunuh pamannya. Hal tersebut terungkap dari buku terbaru dari jurnalis asal Amerika Serikat, Bob Woodward, yang berjudul "Rage".
Di buku itu Woodward menuliskan Trump mengatakan dia terkesan dengan Kim ketika mereka pertama kali bertemu di Singapura pada 2018. Trump takjub karena Kim "jauh lebih pintar." "Kim memberi tahu saya segalanya," ucap Trump dalam buku itu, sebagaimana dilansir dari CNN.
Diungkapkan lebih lanjut, Kim bahkan memberi rincian tentang bagaimana dia membunuh pamannya sendiri. Kim bahkan pernah menunjukkan kepala pamannya Jang Song Thaek setelah dia membunuhnya.
Jang Shong sendiri sebenarnya tokoh yang sangat kuat di rezim kepemimpinan Kim, namun dia harus disingkirkan karena melakukan penghianatan dan terbukti korupsi pada tahun 2013.
"Dia membunuh pamannya dan meletakkan mayatnya tepat di tangga dan kepalanya dipotong, diletakkan di dada," kata Trump.
Namun Korea Utara tidak pernah secara resmi menyatakan bagaimana Jang dieksekusi, meskipun beberapa laporan mengatakan dia dibunuh dengan senjata anti aircraft gun.
Selain itu buku "Rage" juga membeberkan detail baru pemikiran Trump tentang Kim mulai dari soal kerusuhan rasial, dan senjata baru misterius yang diklaim tidak diketahui oleh negara lain di dunia.
Terlibat dalam pembicaraan senjata nuklir dengan Kim, Trump berkata pada Woodwar bahwa dirinya menolak penilaian pejabat intelijen CIA yang bilang Korea Utara tidak akan pernah menyerahkan senjata nuklirnya. Trump malah mengatakan kepada Woodward bahwa CIA tidak tahu bagaimana cara menangani Pyongyang.
Trump juga menepis kritik tentang tiga pertemuannya dengan Kim, di mana Kritikus mengatakan bahwa dengan bertemu dengan pemimpin Korut itu sama saja memberikannya legitimasi di panggung dunia. "Saya bertemu, Saya tidak menyerahkan apa-apa," kata Trump. Dia malah menyamakan keterikatan Korea Utara dengan persenjataan nuklirnya dengan seseorang yang jatuh cinta pada sebuah rumah.
Di buku itu terungkap bahwa Kim membalas perhatian baik Trump. Dalam sebuah surat, Kim menulis kepada Trump bahwa dia percaya persahabatan erat dan spesial di antara mereka akan menjadi kekuatan magis. "Kami akan bersiap-siap untuk mengirimkan pasukan Garda Nasional kepada beberapa bajingan malang yang tidak tahu apa yang mereka lakukan, kaum kiri radikal yang malang ini," kata Trump kepada Woodward dalam perbincangan yang terekam.
(wk/luth)