Banyak Nakes Berguguran, IDI Desak Pemerintah Bentuk Komite Perlindungan
Getty Images/SOPA Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah membentuk komite perlindungan kesehatan bagi tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) membuat ratusan dokter meninggal dunia. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) pun meminta pemerintah membentuk komite perlindungan kesehatan bagi tenaga medis yang tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

Pembentukan komite ini dinilai mendesak di tengah kian banyaknya dokter yang gugur akibat menangani pandemi. IDI berharap pemerintah melakukan upaya yang lebih konkret untuk memberikan perlindungan kepada dokter dan tenaga medis.

"Salah satu upaya konkret yang kita harapkan adalah pemerintah membentuk komite perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan," kata Ketua Tim Mitigasi PB IDI Adib Khumaidi, Selasa (15/9). Hingga kini, IDI telah mencatat 115 dokter yang meninggal dunia sejak menangani pandemi corona di Indonesia.


Jumlah itu belum termasuk tenaga medis lainnya seperti perawat. Jika seorang dokter dapat melayani 2.500 pasien, hal itu sebanding dengan hilangnya pelayanan kesehatan terhadap 300.000 warga.

Adib mengusulkan, jika pemerintah menyetujui pembentukan komite tersebut, maka harus terintegrasi dengan para stakeholder di bidang kesehatan. "Baik itu organisasi-organisasi profesi kesehatan yang tentunya membutuhkan tugas-tugas yang lebih konkret ke depan dalam upaya-upaya untuk melakukan perlindungan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, sekaligus melakukan pengawasan di dalam upaya-upaya perlindungan tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, data korban jiwa akibat COVID-19 dari kalangan dokter sempat menjadi sorotan. Pasalnya, data IDI dan Kementerian Kesehatan terdapat perbedaan yang signifikan.

"Saya mendapat informasi yang cukup valid dari Kementerian Kesehatan bahwa dokter yang telah gugur hanya 30 orang. Bukan 100 seperti yang dikatakan IDI," ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, Selasa (8/9). "Menurut catatan IDI sudah ada 100 dokter yang gugur akibat terpapar COVID-19. Sementara menurut Kemenkes baru 30. Selisihnya cukup signifikan."

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts