RS COVID-19 Jakarta 'Overload', Ini Kisah Nakes Rawat Pasien di Lorong
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Salah satu perawat di RSUD kawasan Jakarta Utara, berinisial O menceritakan pengalamannya selama merawat pasien COVID-19 di lorong rumah sakit lantaran kapasitas RS rujukan yang penuh.

WowKeren - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa kapasitas rumah sakit rujukan di DKI Jakarta kian menipis. Tenaga kesehatan pun mulai kewalahan dalam menangani pasien COVID-19 yang makin bertambah.

Seperti kisah salah satu perawat di RSUD kawasan Jakarta Utara, yang menceritakan sejumlah pasien yang harus dirawat di lorong rumah sakit karena tidak ada lagi tempat tidur yang tersedia. "Jujur sekarang RS penuh banget sampai aku jaga di IGD pasien sampai duduk di kursi karena nggak ada bed lagi, pasien terpaksa beberapa kita taruh di lorong-lorong karena ruangan juga sudah penuh, atau bahkan di depan meja kita isinya pasien," ungkap perawat berinisial O tersebut dilansir detikcom, Rabu (16/9).

"Kalau pasien sesak kita langsung sibuk kocar-kacir nyari tabung oksigen," lanjutnya. "Dan jujur kita juga kekurangan tenaga karena teman kita banyak yang positif harus diisolasi atau dirawat di RS."

Lebih lanjut, O menceritakan momen sedih yang dirasakannya saat pasien mengalami sesak napas, ia pun hanya bisa berkomunikasi dengan keluarga via telepon. Sayangnya, satu jam kemudian pasien tersebut lantas mengalami henti napas, dan tidak berhasil melawan COVID-19.


"Pengalaman selama ini sudah pasti takut tapi harus dihadapi, sedih sudah pasti karena tiap hari kerja ngeliat pasien-pasien datang keadaan masih sadar tapi cepat banget perburukan atau penurunan, bahkan proses pasien dari baru dateng terus meninggal itu cepat banget karena sesak berat," ujarnya. "Kematian secepat itu biarpun sumpah kita kerja bener-bener keras buat mempertahanin keadaan pasien aku disini benar-benar cerita real."

Ia juga menambahkan bahwa para perawat sampai harus mengalami memar-memar akibat kewalahan menangani pasien Corona yang terus meningkat tiap harinya. Mereka harus menangani pasien Corona yang memiliki gejala ringan hingga berat.

Terkadang, ia tak habis pikir jika mendapati seseorang yang menilai virus Corona adalah teori konspirasi. Nyatanya, ia dan rekan-rekannya menghadapi bahaya nyata dari Corona setiap hari.

Sementara itu, menurut laporan Satgas Penanganan COVID-19 hingga Jumat (11/9), tercatat tujuh dari 67 rumah sakit rujukan COVID-19 di Ibu Kota kini telah terisi penuh 100 persen. "Bed occupancy rate (BOR)-nya adalah tujuh dari 67 dari rujukan RS penuh 100 persen," tutur Juru Bicara Satgas COVID-10, Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers pada Kamis (10/9). Dengan demikian, rumah sakit yang penuh total di DKI kini mencapai 10,5 persen dari total RS rujukan.

(wk/nidy)

You can share this post!

Related Posts